Proyek Peningkatan & Rehabilitasi Jaringan Utama BBWS Di Menangkan PT Adhi Karya ( Persero ) Tbk Diduga Di Sub Pihak Ke-3 Dan Melabrak Aturan KIP

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Peningkatan & Rehabilitasi Jaringan Utama BBWS Di Menangkan PT Adhi Karya ( Persero ) Tbk Diduga Di Sub Pihak Ke-3 Dan Melabrak Aturan KIP.

 

Rambonews.id||Purwakarta 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pemerintah Pusat dan Provinsi/Daerah sedang gencar gencarnya dalam Proyek peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama pemerintah pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di lokasi Wanawali,Kec,Cibatu Kab, Purwakarta Jawa Barat.

Hal tersebut,menjadi sorotan Publik dalam papan informasi yang tidak di tuangkan Berapa Anggaran di wilayah Purwakarta.

Berdasarkan,dari informasi warga Wanawali yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan pelaksanaan kegiatan kerja sudah empat bulan berjalan, yang melibatkan warga sekitar dalam tenaga kerja ungkap ke awak media 11/2/2026.

Ia melanjutkan kembali , dari pihak PT Adhi Karya Persero Tbk yang melaksanakan proyek tersebut,tapi dengan anehnya tidak ada papan informasi Anggaran yang di cantumkan  tersebut.

Bukan itu saja,yang bekerja emang di berikan alat pelindung,dan juga gaji tidak pernah telat,hanya satu yang tidak ada BPJS ketenagakerjaan,di karenakan sistem Roling  ungkapnya.

Namun,kami berbeda bos ,karena bos kami mensuplai matrial dan tenaga kerja tandanya dari pihak Adhi Karya Persero Tbk di sub kan lagi ke bos.

Saat gabungan awak media ke lokasi,kamis 12/02/2026.menulusuri kegiatan Proyek peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama pemerintah pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berada wilayah Wanawali Kec, Cibatu Kab Purwakarta.

Salah satu pihak ke-3 Berinisial  H mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut dari Inpres yang lebih kuat dari pada UU ujarnya

Selain itu,ingin lebih jelas ke pihak Adhi Karya Persero Tbk ada di sini nanti lah mereka yang menjelaskan berapa anggaran tersebut ujarnya pihak ke-3.

Sedangkan,kami di sini yang mensuplai matrial dan tenaga kerja, kebanyakan orang pribumi sini, kalau matrial beli di salah satu pecahan batu templek ,karena pribumi asli yang mensuplainya ujar pihak ke-3 tutupnya

Rekan pihak ke-3 Berinisial As menjelaskan dalam pelaksanaan pekerjaan BBWS ini dari pihak Adhi Karya Persero Tbk ,kami disini sebagai sub saja,karena panjangnya 2000 km ucapnya

Tapi di pihak PT Adhi Karya Persero Tbk hanya sanggup mengerjakan hanya panjang 900 km , setelah itu barulah pengajuan untuk pencairan sekitar Rp.70 miliar dan sisanya akan di tenderkan kembali terhadap perusahaan yang mau contohnya seperti PT Berantas,dll.sebenarnya keseluruhan pekerjaan 2000 km jelasnya as

Selain itu, PT Adhi Karya mendapatkan di enam kabupaten di Jawa Barat, dengan anggaran Rp.126 Milliar dan tidak mungkin di pasang setiap papan informasi di setiap lokasi ungkap as

Dilokasi yang sama Pihak PT Adhi Karya Persero Tbk,Wahyat saat di wawancara tidak mengetahui berapa anggaran yang di kerjakan dan saya baru tiga hari di sini ucap Wahyat.

Baca Juga:  Setengah Tahun Pasca-Roboh: Jembatan Lama Kertosono Jadi Monumen Kelalaian Pemerintah

Ia Menambahkan, masalah anggaran ada di pihak pusat,kami hanya di utus aja untuk mengawasi kinerja sudah sejauh mana.

Sebenarnya,Arif yang paling pertama lebih mengetahui semuanya,sayangnya sudah di pindahkan ketempat lain ujar Wahyat.

Perihal tersebut,kami tidak berani komentar lebih jauh lagi takut salah nanti dalam penyampaian,itu ada di ranah atasan jelas Wahyat.

Sedangkan,kami disini team baru yang di utus pihak PT Adhi Karya Persero Tbk,di lokasi Wanawali jadi belum memahami Medan di lapangan,mungkin tinggal sedikit lagi pekerjaan akan selesai ujar Wahyat

Dilokasi Berbeda,Kades Wanawali mengatakan seharusnya pekerjaan yang begitu besar dan Anggaran mencapai Miliaran Rupiah seharusnya di Pampang di informasi Anggaran supaya masyarakat tidak bertanya tanya.

Sementara,kami aja sedang membangun jembatan tani,di papan informasi kami di cantumkan Anggaran dan tanggal selesainya supaya jelas masyarakat tidak bertanya tanya karena Keterbukaan Informasi Publik (KIP)ujar kades.

Dari Hasil Temuan dilapangan:

 

Seharusnya PT Adhi Karya Persero Tbk memberikan contoh yang bagus dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut,dan juga mencantumkan Anggaran dalam kegiatan perwilayah,setiap pelaksanaan pekerjaan di kabupaten.

Sedangkan Dalam ,Pekerja di daftarkan BPJS ketenagakerjaan, walaupun masyarakat setempat dalam pelaksanaan Pembangunan kerja.

Hal tersebut, PT Adhi Karya Persero Tbk di bawah naungan BUMN dalam kegiatan pemerintah harus transparan mengenai anggaran supaya publik tidak bertanya tanya,dan juga matrial harus sesuai spek dalam perencanaan sebelum kegiatan kerja dimulai.

Namun,dugaan kuat Mark’Up anggaran Uang Negara, mengakibatkan kerugian keuangan Negara yang trolisir,salah satu contoh di lapangan dengan Matrial Batu split dari leburan Batu Templek .

Sementara pekerjaan di tahun dilaksanakan 2025 sudah melebihi Tahun 2026.

 

ANALISIS PROYEK PEMBANGUNAN IRIGASI WANAWALI

1. Keterbukaan Informasi Proyek Pemerintah

Dasar Hukum:

1.UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP)

2.Peraturan Komisi Informasi No. 1/2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik

3.Perpres 54/2010 jo. 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Kewajiban Hukum dari semua proyek pemerintah wajib menampilkan informasi minimum pada papan proyek:

 

1. Nilai kontrak

2. Pengawas Konsultan

3. Sumber Anggaran

4. Masa Waktu Habis

 

Jika perihal tersebut diatas tidak terdapat atau terpasang maka potensi pelanggaran  di lapangan maka tanda tanya “Sedang Ada Pekerjaan Proyek” tanpa informasi tersebut.

 

Tentunya ini sudah melanggar Pasal 9 UU KIP, karena badan publik wajib menyediakan informasi pembangunan yang dibiayai negara.

Potensi mal administrasi sesuai UU Administrasi Pemerintahan (UU No. 30/2014) berupa penyalahgunaan wewenang dan pengabaian kewajiban hukum.

Menimbulkan dugaan tidak transparan dalam penggunaan anggaran negara alias di Mark Up .

 

Penulis : Ridho

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Masyarakat Wanawali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketahanan Pangan Desa Di Tolak SPPG, Tani Desa Mengeluh Adaapa ?..SPPG Memilih Pihak Ke-3
TANGKAP PEMBORONG PEMBOHONG OKNUM PEJABAT PENJAHAT ANGGARAN BELANJA PEMKOT PALEMBANG DISUNAT
Triwulan IV tahun 2023 Anggaran Tidak Terealisasi Seluruhnya Untuk 42 sub Kegiatan Supervisi Banggai Laut
Kuasa Hukum Bantah Unsur Korupsi, Sebut Lahan Proyek VinFast Berstatus Hak Milik Warga
Guru P3K Bermental Preman? Aksi Usir Wartawan di SDN 03 Kedung Waringin Coreng Wajah PGRI!
KAB.BEKASI TERKORUP MENYALA KORUPTOR RAJAWALI MENGUDARA
Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat dalam Sengketa Tanah di Bogor, Warga Desak Profesionalisme Polri
Pasar Rebo Purwakarta Di Lalap Sijago Merah
Berita ini 45 kali dibaca
Proyek Peningkatan & Rehabilitasi Jaringan Utama BBWS Di Menangkan PT Adhi Karya ( Persero ) Tbk Diduga Di Sub Pihak Ke-3 Dan Melabrak Aturan KIP

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:30 WIB

Ketahanan Pangan Desa Di Tolak SPPG, Tani Desa Mengeluh Adaapa ?..SPPG Memilih Pihak Ke-3

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:10 WIB

TANGKAP PEMBORONG PEMBOHONG OKNUM PEJABAT PENJAHAT ANGGARAN BELANJA PEMKOT PALEMBANG DISUNAT

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:11 WIB

Triwulan IV tahun 2023 Anggaran Tidak Terealisasi Seluruhnya Untuk 42 sub Kegiatan Supervisi Banggai Laut

Kamis, 26 Februari 2026 - 02:14 WIB

Kuasa Hukum Bantah Unsur Korupsi, Sebut Lahan Proyek VinFast Berstatus Hak Milik Warga

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:45 WIB

Guru P3K Bermental Preman? Aksi Usir Wartawan di SDN 03 Kedung Waringin Coreng Wajah PGRI!

Berita Terbaru

Headline

PROGRAM DEDI MULYADI GUBERNUR JAWA BARAT DIKANGKANGI

Jumat, 27 Feb 2026 - 09:32 WIB