SMAN 1 Tanjung Raja Diduga Langgar Permendikbud No 50 2022 “Penjualan Seragam

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMAN 1 Tanjung Raja Diduga Langgar Permendikbud No 50 2022 “Penjualan Seragam

 

Rambonews.id||Ogan Ilir 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Oknum Kepsek MAN 1 Tanjung Raja kab Ogan Ilir Sumsel saat di konfirmasi Hp tidak di Angkat Henfon ke 2 dalam balasan Chatting tersebut,malah kami disuruh konfirmasi ke sekolah saja.

Bertanya tanya,apa maksud nya agar datang ke sekolah saja ujar Balasan Chatting Kepsek.

Memasuki musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024 – 2025, sejumlah sekolah menengah Atas (SMA) di Kabupaten Ogan ilir, Sumatera selatan masih ada yang menjual baju seragam maupun bahan baju seragam pada pelaksanaan PPDB.

Lebih mirisnya, sejumlah sekolah menjual seragam dengan mewajibkan orang tua siswa membeli seragam tersebut, bahkan, jual beli dilakukan di koperasi sekolah, dan ada yang melibatkan pihak ketiga.

Demikian juga yang terjadi di SMA negeri 1 Tanjung raja, menurut BD yang minta namanya jangan sebutkan, mengatakan ketika anaknya dinyatakan lulus/diterima di SMAN 1 tanjung raja, selain melengkapi berkas dirinya juga disuruh untuk segera membayar uang seragam sekolah sebesar 3 juta lebih, yang terdiri dari beberapa macam seragam

Namum , merasa berat, dirinya harus menyanggupi besaran biaya tersebut, demi untuk sang anak.

Ketika anak kami dinyatakan diterima disekolah ini kami diminta untuk segera membayar uang seragam, kalau tidak salah sebesar Rp 3.300.000/siswa, kami sempat bingung juga, kok masih disuruh beli baju seragam, tapi ya sudahlah demi untuk anak walaupun berat tetap harus dibayar,” keluh BD.

Baca Juga:  Bappenda Belum Optimal Dalam Penagihan Piutang PBB-P2 Kota Cimahi

Sementara ,tiga uang dengan BD, MR (minta nama disamarkan) salah satu ibu rumah tangga yang anaknya bersekolah di SMAN 1 tanjung raja, juga mengeluhkan hal yang sama.

Lanjutnya,”Memang sebagian besar pembelian seragam di sekolah dijadikan persyaratan saat siswa baru melakukan daftar ulang di sekolah, para guru tidak tau betapa sulitnya kami sebagai orang tua mencari uang sebesar itu, bahkan ada orang tua yang mencari utangan kesana kemari” jelas MR.

Seperti kita ketahui, Larangan penjualan seragam, sudah jelas diatur dalam Pasal 181 dan Pasal 198 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Intinya, pendidik dan tenaga kependidikan dilarang untuk menjual seragam ataupun bahan seragam.

Demikian juga dewan pendidikan dan komite sekolah atau madrasah.

Selain itu,dalam Pasal 12 ayat (1) Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyebutkan, pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua murid.

Sudah diatur, dalam Permendikbud No. 50 Tahun 2022 pasal 12, diatur bahwa sekolah tidak boleh mengatur kewajiban dan/atau memberikan pembebanan kepada orangtua atau wali peserta didik untuk membeli pakaian seragam sekolah baru.

Ketentuan ini berlaku baik setiap kenaikan kelas dan atau pada penerimaan peserta didik baru.

Sementara Kepala sekolah SMAN 1 Tanjungbraja Sutina saat dikonfirmasi melalui pesan wa, terkait masalah ini tidak dibaca.

 

 

 

Penulis : Suparman Wartawan Ogan Ilir

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Keluhan Orang Tua Murid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis
Keren 16 SKPD Kab,Musi Rawas Utara Menghabiskan Biaya Penginapan dan Perjalanan Dinas Ratusan Juta 2023/2024
Bahas Rancangan Peraturan Daerah, Personel Polres Ogan Ilir Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir
Pemkab Kuningan Tidak Menganggarkan Belanja Hibah dan Belanja Bos Diduga Anggaran Di Gondol Oknum Pejabat
Ali Sopyan Rambo Bongkar Permainan Tender Proyek Kotor di Aplikasi SPSE Muara Enim
Dinas PUTR Kab, Bandung Diduga Tidak Mengindahkan Pengurusan PBG Berakibat Kerugian Negara
Kajati Sumsel Dugaan Korupsi PT KMM Sita Aset Delapan Unit Roda Empat
Diduga Dinas Kesehatan Kab,Lahat Kerjanya Molor Alias Makan Gaji Buta,Data Meninggal Dunia Masih Di bayarkan,PBPU dan BP Menimbulkan Kerugian Negara
Berita ini 6 kali dibaca
SMAN 1 Tanjung Raja Diduga Langgar Permendikbud No 50 2022 "Penjualan Seragam

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:38 WIB

Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:28 WIB

Bahas Rancangan Peraturan Daerah, Personel Polres Ogan Ilir Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:08 WIB

Pemkab Kuningan Tidak Menganggarkan Belanja Hibah dan Belanja Bos Diduga Anggaran Di Gondol Oknum Pejabat

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:16 WIB

Ali Sopyan Rambo Bongkar Permainan Tender Proyek Kotor di Aplikasi SPSE Muara Enim

Kamis, 30 April 2026 - 13:48 WIB

Dinas PUTR Kab, Bandung Diduga Tidak Mengindahkan Pengurusan PBG Berakibat Kerugian Negara

Berita Terbaru