300 Ton Timah Hitam Yang Diduga Ke Pasar Gelap Transaksi 19 Milliar Terpakir Kemana ?….

- Penulis

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

300 Ton Timah Hitam Yang Diduga Ke Pasar Gelap Transaksi 19 Milliar Terpakir Kemana ?….

Rambonews.id||Serang

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menghebohkan Seremoni Administratif dalam serah terima barang rampasan negara di kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Team Redaksi PRIMA dan Rambo membongkar dugaan Skandal Besar,Kapal Patah yang dilelang sebagai “Besi Tua”(Metal Scrap) menyimpan Harta Karun tersembunyi dengan total 300 ton Timah Hitam yang kini dugaan ke pasar Gelap dengan Transaksi Sebesar Rp.19 Milliar, Anggaran tersebut menjadi pertanyaan Besar Terpakir Kemana ?…

Sedangkan, Berdasarkan Dokumen Resmi tertanggal 7 Januari 2025,hal tersebut,Kejari Serang telah menyerahkan 1 lot Metal Scrap berbentuk Bangkai Kapal terhadap Pemenang lelang, Bernama Rositha Yulyanthi,SE, melalui kuasanya Sani Karama.

Selain itu, dalam proses di atas kertas terlihat linear,sumber Internal,dugaan adanya kejanggalan dalam aliran Dana tersebut.

Team Redaksi PRIMA, menyoroti adanya Nilai lelang Fantastis Sebesar Rp.19 Miliar sampai saat ini diduga dikabarkan belum menyentuh Kas Negara (PNBP)

Sangat Miris,dugaan tersebut masih mengendap di salah satu Rekening Bank Swasta

Masyarakat Serang Muncul Pertanyaan Besar :

 

Ada apa Dana Hasil lelang aset negara tidak langsung disetorkan ke Kas Negara dengan sesuai Prosedur dan aturan tersebut.

Terungkap Harta Tersembunyi di Lambung Kapal :

 

Munculnya Misteri Paling Krusial saat proses pemotongan Bangkai Kapal.

Dalam Informasi yang di Himpun Tim Redaksi menyebutkan bahwa didalam lambung kapal ditemukan muatan Timah Hitam seberat kurang lebih 300 Ton.

Sementara, keberadaan Timah Bernilai Milliaran Rupiah sama sekali tidak tercantum dalam Daftar Sitaan Aparat Penegak Hukum (APH) terlihat dalam Risalah Lelang Nomor 1079/06.01/2024/-01 diterbitkan KPKNL Serang.

Baca Juga:  Lanjutkan Konservasi Pesisir, PTBA Tanam 40 Ribu Bibir Mangrove di Lampung Timur

Sedangkan, Pejabat Penandatanganan di tengah Sorotan dalam Dokumen Berita Acara serah terima (BAST) dengan secara resmi menandatangani dua Pejabat Teras Kejari Serang dengan atas nama :

1. Merryon Hariputra,SH, MH (Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti)

2. Aditya Nugroho SH, MH (Kasie Tindak Pidana Khusus)

Namun, diketahui langsung dengan Kepala Kejaksaan Negri Serang Dr.Lulus Mustofa,SH, MH.Dalam Dokumen mengklaim proses sebagai wujud transparansi.

Team Redaksi PRIMA menyoroti dugaan hilangnya jejak 300 Ton Timah dari catatan resmi Kejari Serang.

Hal ini,suatu tamparan keras bagi narasi akuntabilitas yang digaungkan penegak Hukum dan Keadilan.

Terlihat,Bungkamnya Pihak Berwenang hingga Selasa 23 Desember 2025.

Team Redaksi, Upaya Konfirmasi kepada pihak pihak terkait menemui jalan Buntu.

Namun,Kabid Humas Polda Banten,Kasie Penkum Kejati Banten,dan Pihak ASDP Merak dimintai keterangan yang ada memilih diam(Tidak Memberikan Respons Resmi)

Hal tersebut, Ketidakjelasan semakin memperkuat suatu Spekulasi bahwa ada dalam “Kekuatan Besar” dugaan bermain di balik layar Peredaran Timah Hitam ke Pasar Gelap.

Publik Kini Menanti Kebenaran:

 

Apakah ada keberanian Jaksa Agung turun tangan untuk membongkar isi lambung kapal yang mendadak “Bersih“dari catatan Negara.

Team Redaksi PRIMA akan melayangkan Surat terhadap Presiden RI Prabowo Subianto, untuk membongkar adaapa di balik isi Lambung Kapal tak tercatat Negara tutupnya

 

Penulis : Team Redaksi PRIMA

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kejari Serang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Desa Bolo Antusias, Dibantu Anggota Kodim 0724/Boyolali Siapkan Acara Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda
*Perihal: Klarifikasi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Terkait Isu Kenaikan Harga BBM Per 1 April 2026*
SKANDAL AIR NAU MELEDAK: REKAMAN 23 MENIT BONGKAR HOROR PENYEKAPAN WARTAWAN, IWO INDONESIA & PRIMA MINTA POLRI BATALKAN “DAMAI SETTINGAN”!
Selamat Jalan Jenderal TNI (Purn) H.Try Sutrisno,Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia
Jaksa Agung ST Burhanuddin Perintahkan Jaksa Di Daerah Fokus Menyikapi Pemberantasan Korupsi Dengan Skala Besar
Skandal 72 Jam” Menelusuri ‘Karpet Merah’ Lahan 3.800 Hektar di Aceh Singkil Berpindah Kepengurusan Ketangan Swasta
Program Bupati Purwakarta BPJS Ketenagakerjaan Diduga Tidak Berjalan Maksimal
Praktisi Hukum dan Akademisi Sumatera Utara menanggapi KUHP dan KUHAP memberikan harapan baru bagi jalannya sistem di Indonesia.
Berita ini 11 kali dibaca
300 Ton Timah Hitam Yang Diduga Ke Pasar Gelap Transaksi 19 Milliar Terpakir Kemana ?....

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 04:12 WIB

Warga Desa Bolo Antusias, Dibantu Anggota Kodim 0724/Boyolali Siapkan Acara Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:24 WIB

*Perihal: Klarifikasi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Terkait Isu Kenaikan Harga BBM Per 1 April 2026*

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:07 WIB

SKANDAL AIR NAU MELEDAK: REKAMAN 23 MENIT BONGKAR HOROR PENYEKAPAN WARTAWAN, IWO INDONESIA & PRIMA MINTA POLRI BATALKAN “DAMAI SETTINGAN”!

Senin, 2 Maret 2026 - 04:55 WIB

Selamat Jalan Jenderal TNI (Purn) H.Try Sutrisno,Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:17 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin Perintahkan Jaksa Di Daerah Fokus Menyikapi Pemberantasan Korupsi Dengan Skala Besar

Berita Terbaru