PT. PUPUK KUJANG KOMSUMSI GAS BUMI MEMBENGKAK
Rambonews.id||Cikampek
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beban biaya energi kembali menghantui industri pupuk nasional.
Sepanjang 2024, konsumsi gas bumi di PT Pupuk Kujang Cikampek tercatat melonjak hingga Rp miliar.
Kenaikan signifikan ini bukan sekadar angka di atas kertas—ia menjadi sinyal keras atas rapuhnya struktur biaya produksi dan ancaman nyata terhadap keberlanjutan operasional pabrik.
Gas bumi merupakan urat nadi industri pupuk. Lebih dari sekadar bahan bakar, gas adalah bahan baku utama dalam proses produksi amonia dan urea.
Ketika biaya gas melonjak, struktur ongkos produksi langsung terdorong naik, menekan margin, dan mempersempit ruang gerak perusahaan.
Sorotan tajam kini mengarah pada Pabrik Kujang 1A, unit produksi senior yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung kapasitas pabrik di Cikampek.
Dengan usia instalasi yang tidak lagi muda dan efisiensi yang kalah dibanding teknologi generasi terbaru, beban biaya gas yang membengkak berpotensi membuat operasionalnya tidak lagi ekonomis.
Jika tekanan biaya terus berlangsung tanpa skema kompensasi atau kebijakan harga gas yang lebih kompetitif, risiko penghentian operasi Kujang 1A bukan sekadar wacana. Penghentian itu akan berdampak berantai:
Penurunan kapasitas produksi pupuk nasional Ketergantungan lebih besar pada impor Tekanan terhadap ketahanan pangan Potensi implikasi terhadap tenaga kerja dan ekosistem industri sekitar
Di tengah agenda swasembada pangan dan penguatan industri strategis, kondisi ini menjadi alarm serius.
Industri pupuk adalah fondasi sektor pertanian. Ketika fondasi ini diguncang lonjakan biaya energi, dampaknya merambat hingga ke petani dan stabilitas harga pangan.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah beban biaya ini berat—melainkan seberapa cepat solusi dihadirkan.
Tanpa kebijakan gas industri yang berpihak pada daya saing manufaktur strategis, pabrik-pabrik lama berisiko tersisih oleh tekanan biaya yang tak terkendali.
Lonjakan Rp 6X2,XXX XXX XXX 82 miliar ini bukan sekadar statistik tahunan. Ia adalah peringatan keras: tanpa intervensi konkret, sejarah panjang produksi pupuk di Cikampek bisa memasuki babak baru—babak efisiensi ekstrem, atau bahkan penghentian operasi.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: PT Pupuk Kujang 1A












