Asep Burhana: Bestari Barus Seharusnya Tabayun Sebelum Komentari Video Budi Arie
Rambonews.id||JAKARTA
Ketua DPC PROJO Purwakarta Asep Burhana menyayangkan pernyataan Bestari Barus terkait viralnya potongan video Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi yang belakangan menjadi sorotan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asep menilai seorang politikus semestinya memberikan contoh komunikasi politik yang sehat dan mengedepankan verifikasi informasi sebelum menyampaikan pernyataan kepada publik.
“Sebagai politikus seharusnya memberikan contoh yang baik, bukan malah cenderung melakukan provokasi.
Bestari Barus seharusnya melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan komentar,” ujar Asep Burhana.
Menurut Asep, pernyataan Bestari yang menilai potongan video tersebut sebagai upaya mengadu domba justru dinilai berpotensi menimbulkan polemik baru.
“Kalau Bestari Barus menganggap potongan video tersebut sebagai upaya mengadu domba, justru terbalik. Pernyataannya malah bisa mencoba mengadu domba.
Seharusnya tabayun terlebih dahulu dan menghindari komentar yang membuat suasana semakin terpecah,” tegasnya.
Asep juga mempertanyakan rekam jejak politik Bestari Barus.
Ia meminta publik melihat kembali perjalanan politik Bestari, termasuk pilihan politiknya pada Pilpres sebelumnya.
“Siapa Bestari Barus? Dukung siapa saat Pilpres lalu? Silakan tanya ke Mbah Google,” kata Asep.
Lebih lanjut, Asep mengaku melihat adanya indikasi bahwa masuknya Bestari Barus ke PSI perlu dicermati, terutama karena sejumlah pernyataannya dinilai cenderung konfrontatif.
“Kami malah menduga Bestari Barus itu sengaja disusupkan masuk PSI untuk memecah.
Terlihat dari pernyataan-pernyataannya yang cenderung konfrontatif,” ujarnya.
Namun demikian, Asep menegaskan bahwa sikap PROJO terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak berubah.
Menurut dia, Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi berkali-kali menyampaikan kepada seluruh jaringan organisasi bahwa PROJO mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Berkali-kali Ketua Umum Budi Arie selalu berpesan kepada jaringan PROJO bahwa PROJO mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Asep.
Ia menambahkan, komitmen tersebut juga kembali ditegaskan Budi Arie dalam peringatan Hari Lahir ke-12 PROJO di Jakarta.
“Bahkan saat peringatan Hari Lahir PROJO ke-12 di Jakarta, Ketua Umum Budi Arie kembali menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujarnya.
PROJO Beri Penjelasan
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PROJO Freddy Alex Damanik memberikan penjelasan terkait video Budi Arie yang beredar di media sosial.
Freddy menegaskan, video tersebut merupakan potongan dari sebuah pertemuan dan tidak menggambarkan keseluruhan pembicaraan yang berlangsung.
“Video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan,” ujar Freddy dalam keterangannya.
Freddy menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan perwakilan jaringan relawan.
Dalam pertemuan itu, kata Freddy, terdapat diskusi internal mengenai situasi kebangsaan yang berkembang.
“Kami biasa berdiskusi jika bertemu dan silaturahmi. Pernyataan Budi Arie adalah hal biasa dalam sebuah diskusi terbuka, menganalisis kemungkinan-kemungkinan yang terjadi tanpa batasan,” katanya.
Menurut Freddy, para peserta forum menyampaikan berbagai pandangan untuk memetakan persoalan sekaligus membahas kemungkinan solusi terhadap kondisi nasional.
“Berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini dibahas oleh para peserta untuk bisa memetakan permasalahan dan solusi perbaikannya,” ujarnya.
Masukan Relawan Disampaikan kepada Jokowi
Freddy mengatakan berbagai pandangan yang muncul dalam diskusi tersebut kemudian disampaikan kepada Jokowi.
Para relawan berharap Jokowi dapat menyampaikan masukan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam upaya memperbaiki kondisi bangsa.
“Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan ia berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa ke depannya,” kata Freddy.
Ia menambahkan, para relawan percaya komunikasi Jokowi dengan Presiden Prabowo tetap terjalin dengan baik sehingga masukan dari masyarakat dan jaringan relawan dapat disampaikan melalui jalur komunikasi tersebut.
Jokowi Minta Relawan Tetap Tenang
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut mendengarkan berbagai pandangan yang disampaikan para relawan mengenai perkembangan situasi nasional.
Freddy mengatakan Jokowi kemudian meminta seluruh pihak tetap tenang dan tidak bereaksi secara berlebihan terhadap dinamika yang sedang berkembang.
“Pak Jokowi mendengarkan seluruh pandangan terkait situasi yang berkembang saat ini. Sebelum akhirnya, Pak Jokowi menyampaikan agar semuanya tetap tenang,” ujar Freddy.
Menurut Freddy, Jokowi juga menyampaikan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang baik.
“Situasinya baik-baik saja, perekonomian masih tumbuh baik, inflasi terkendali,” kata Freddy mengutip pernyataan Jokowi dalam forum tersebut.
Freddy menegaskan, pernyataan Budi Arie mengenai 2029 merupakan bagian dari diskusi untuk membaca berbagai kemungkinan, bukan sikap politik resmi PROJO.
“Ini diskusi untuk memetakan berbagai kemungkinan dan mencari solusi. Bukan sebuah pernyataan atau sikap politik resmi,” tegas Freddy.
Asep Burhana kembali meminta semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar di media sosial.
“Bestari Barus harusnya tabayun terlebih dahulu. Hindarkan komentar yang membuat pecah belah,” pungkas Asep.
Isu tersebut kini menjadi bagian dari dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029, setelah potongan pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan politik 2029 menjadi perbincangan di ruang publik.
Penulis : Ridho
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Asep Burhana Ketua DPC PROJO














