Paket HP Raib Ditinggal di Bawah Sandal, Konsumen di Kebumen Malah Disemprot ‘Brisik’ oleh Oknum Admin Ekspedisi
Rambonews.id||Kebumen
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nasib malang menimpa Endang Fitriani Sugeng, seorang warga Kebumen yang harus kehilangan ponsel senilai Rp850.000 akibat dugaan kelalaian oknum kurir jasa ekspedisi.
Tak hanya kehilangan barang, ia juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum admin yang merespons keluhannya dengan kata-kata kasar.
Kronologi: Paket HP ‘Disembunyikan’ di Bawah Sandal Jepit
Peristiwa bermula saat kurir jasa pengiriman mengirimkan paket berisi satu unit ponsel ke kediaman Endang. Alih-alih memastikan paket diterima langsung atau menitipkannya kepada tetangga saat rumah kosong, kurir tersebut justru meninggalkan paket di depan pintu samping rumah.
Berdasarkan rekaman suara yang diterima media, terungkap pengakuan janggal dari sang kurir.
Ia berdalih telah “menyembunyikan” paket tersebut di atas kursi dengan menutupinya menggunakan sandal jepit.
“Harusnya pakai akal dong! Kalau tidak ada orang di rumah dan tetangga tidak ada yang bisa dititipkan, barang itu dibawa kembali ke gudang, biar saya ambil sendiri.
Rumah saya di pinggir jalan, otomatis diambil orang.
Saya tidak mau tahu, harus tanggung jawab!” tegas Endang dalam rekaman suara saat mengonfrontasi kurir.
Saat kejadian, seluruh penghuni rumah sedang bekerja dan baru kembali setelah pukul 18.00 WIB. Namun, paket yang dimaksud sudah tidak ada di lokasi.🙏
Respons Tak Etis: Dijawab “Brisik” Lalu Diblokir
Upaya Endang untuk mencari solusi melalui layanan pelanggan WhatsApp justru berujung pahit.
Bukannya mendapatkan mediasi atau prosedur klaim, oknum yang mengatasnamakan admin jasa ekspedisi tersebut justru menunjukkan sikap yang jauh dari profesional.
Dalam bukti transkrip percakapan, saat korban menanyakan itikad baik perusahaan dan menyatakan akan menempuh jalur hukum, admin tersebut hanya membalas singkat dengan kata: “Brisik“. Tak lama kemudian, nomor kontak korban langsung diblokir.
Slogan “Mengantarkan Kebahagiaan”
yang Ironis,Endang merasa sangat kecewa dengan sikap lepas tangan pihak ekspedisi.
Ia menyoroti kontradiksi antara pelayanan di lapangan dengan slogan perusahaan yang menjanjikan keamanan dan kebahagiaan bagi pelanggan.
“Slogannya tidak sesuai dengan realita.
Kesalahan jelas ada pada kurir yang tidak melakukan konfirmasi, tapi kenapa responsnya malah memblokir nomor saya? Ini menunjukkan sama sekali tidak ada itikad baik,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Akibat kerugian materil sebesar Rp850.000 dan perlakuan kasar yang diterimanya, Endang berencana akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
Ia berniat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian serta otoritas perlindungan konsumen jika tidak ada pertanggungjawaban nyata dari pihak perusahaan.
Kasus ini menjadi preseden buruk bagi industri jasa pengiriman barang, sekaligus pengingat pentingnya pengawasan terhadap prosedur SOP pengiriman barang berharga serta etika layanan pelanggan di era digital.
Penulis : Team Pewarta
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Admin Ekspedisi













