Paket HP Raib Ditinggal di Bawah Sandal, Konsumen di Kebumen Malah Disemprot ‘Brisik’ oleh Oknum Admin Ekspedisi

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paket HP Raib Ditinggal di Bawah Sandal, Konsumen di Kebumen Malah Disemprot ‘Brisik’ oleh Oknum Admin Ekspedisi

 

Rambonews.id||Kebumen 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Nasib malang menimpa Endang Fitriani Sugeng, seorang warga Kebumen yang harus kehilangan ponsel senilai Rp850.000 akibat dugaan kelalaian oknum kurir jasa ekspedisi.

Tak hanya kehilangan barang, ia juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum admin yang merespons keluhannya dengan kata-kata kasar.

Kronologi: Paket HP ‘Disembunyikan’ di Bawah Sandal Jepit

Peristiwa bermula saat kurir jasa pengiriman mengirimkan paket berisi satu unit ponsel ke kediaman Endang. Alih-alih memastikan paket diterima langsung atau menitipkannya kepada tetangga saat rumah kosong, kurir tersebut justru meninggalkan paket di depan pintu samping rumah.

Berdasarkan rekaman suara yang diterima media, terungkap pengakuan janggal dari sang kurir.

Ia berdalih telah “menyembunyikan” paket tersebut di atas kursi dengan menutupinya menggunakan sandal jepit.

Harusnya pakai akal dong! Kalau tidak ada orang di rumah dan tetangga tidak ada yang bisa dititipkan, barang itu dibawa kembali ke gudang, biar saya ambil sendiri.

Rumah saya di pinggir jalan, otomatis diambil orang.

Saya tidak mau tahu, harus tanggung jawab!” tegas Endang dalam rekaman suara saat mengonfrontasi kurir.

Saat kejadian, seluruh penghuni rumah sedang bekerja dan baru kembali setelah pukul 18.00 WIB. Namun, paket yang dimaksud sudah tidak ada di lokasi.🙏

Respons Tak Etis: Dijawab “Brisik” Lalu Diblokir

Baca Juga:  ANGGARAN BELANJA LAMPU SOROT MULUT KORUPTOR PEMKAB BANYUASIN SUMSEL MENELAN Rp40.826.508.964,56

Upaya Endang untuk mencari solusi melalui layanan pelanggan WhatsApp justru berujung pahit.

Bukannya mendapatkan mediasi atau prosedur klaim, oknum yang mengatasnamakan admin jasa ekspedisi tersebut justru menunjukkan sikap yang jauh dari profesional.

Dalam bukti transkrip percakapan, saat korban menanyakan itikad baik perusahaan dan menyatakan akan menempuh jalur hukum, admin tersebut hanya membalas singkat dengan kata: “Brisik“. Tak lama kemudian, nomor kontak korban langsung diblokir.

Slogan “Mengantarkan Kebahagiaan”

yang Ironis,Endang merasa sangat kecewa dengan sikap lepas tangan pihak ekspedisi.

Ia menyoroti kontradiksi antara pelayanan di lapangan dengan slogan perusahaan yang menjanjikan keamanan dan kebahagiaan bagi pelanggan.

Slogannya tidak sesuai dengan realita.

Kesalahan jelas ada pada kurir yang tidak melakukan konfirmasi, tapi kenapa responsnya malah memblokir nomor saya? Ini menunjukkan sama sekali tidak ada itikad baik,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Siap Tempuh Jalur Hukum

Akibat kerugian materil sebesar Rp850.000 dan perlakuan kasar yang diterimanya, Endang berencana akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Ia berniat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian serta otoritas perlindungan konsumen jika tidak ada pertanggungjawaban nyata dari pihak perusahaan.

Kasus ini menjadi preseden buruk bagi industri jasa pengiriman barang, sekaligus pengingat pentingnya pengawasan terhadap prosedur SOP pengiriman barang berharga serta etika layanan pelanggan di era digital.

 

 

 

 

Penulis : Team Pewarta

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Admin Ekspedisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pull Bus Langgar Perwal Sebabkan Kemacetan di SM Raja Kota Medan
Tambang Emas Belopa Kembali Beroperasi, Publik Tagih Jawaban: Legal atau Dilindungi Oknum?
PTBA RAMPAS PERKEBUNAN RAKYAT DESA DARMO MENGGUSUR TANPA GANTI RUGI DIDUGA ALA PKI
Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Purwakarta Diduga Menyisakan Hutang Belum Bisa di Pertanggungjawabkan.
Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas
Tiga Kecamatan di Kabupaten Lahat ,Diduga Anggaran Di Rampok Oknum Pejabat Koruptor Makin Subur
GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT RAMPOK ANGGARAN BELANJA BBM MASIH BERKELIARAN DIPEMKAB BEKASI.
Mafia Tambang Emas Ilegal di Muratara semakin mengila dan tahan hukum BBM Ilegal Masuk Bebas, APH Diduga Tutup Mata.
Berita ini 0 kali dibaca
Paket HP Raib Ditinggal di Bawah Sandal, Konsumen di Kebumen Malah Disemprot 'Brisik' oleh Oknum Admin Ekspedisi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Pull Bus Langgar Perwal Sebabkan Kemacetan di SM Raja Kota Medan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Tambang Emas Belopa Kembali Beroperasi, Publik Tagih Jawaban: Legal atau Dilindungi Oknum?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:04 WIB

PTBA RAMPAS PERKEBUNAN RAKYAT DESA DARMO MENGGUSUR TANPA GANTI RUGI DIDUGA ALA PKI

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Purwakarta Diduga Menyisakan Hutang Belum Bisa di Pertanggungjawabkan.

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas

Berita Terbaru