Prof Sutan Nasomal “Meminta Presiden RI Harus Siaga Satu Dengan Jepang,China Memanas”Ancaman Untuk Indonesia

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 03:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Sutan Nasomal “Meminta Presiden RI Harus Siaga Satu Dengan Jepang,China Memanas”Ancaman Untuk Indonesia

Rambonews.id||Jakarta

Kita harapkan dengan situasi suhu perang semangkin memanas Jepang China menjadi cermin buat Presiden RI agar menjaga segala kemungkinan yang mungkin terjadi sebaiknya RI siaga satu mulai sekarang yth Pak Prabowo Subianto agar memerintahkan Panglima dan Kapolri beserta Jajaran lainnya termasuk Menteri Luar Negeri supaya memantau situasi di luar negeri 1×24 jam non stop “, ujar Prof Dr Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional menjawab materi pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri di kantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di  21/11/2025 via telpon selulernya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti mendapatkan restu dan dukungan besar oleh kondisi kekacauan global dunia dengan reaksi Jepang dan China siap perang.

Ilustrasi

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media bahwa sikap jepang menarik perhatian dunia international yang meningkatkan siaga perang dengan china serta menarik warga negaranya untuk keluar dari china secepatnya.

Begitu pula warga negara china yang berada di jepang diminta keluar dari jepang sepecatnya. Agar bila dalam beberapa hari kedepan tidak ada kendala untuk perang secara terbuka.

Prof Sutan menyampaikan kepada media bahwa Kekuatan Militer China yang lebih unggul kekuatannya dari pada jepang adalah kunci yang bisa membawa china unggul atau menang. Juga china akan di dukung korut dan rusia.

Jepang memang tidak sekuat china kekuatan militernya tetapi tidak bisa diremehkan karena jepang punya pengalaman perang dan pernah mengalahkan china pada perang dunia ke dua.

Pengalaman jepang pernah hancur oleh bom atom yang dikirim oleh amerika. Maka jepang memiliki teknologi perang yang lebih tinggi saat ini.

Catatan dan data negara negara yang memiliki hulu ledak nuklir dan jepang tidak memiliki Nuklir. Amerika dan rusia negara terbesar memiliki hulu ledak nuklir.

Baca Juga:  Selamat Atas Terpilihnya Ketua Umum Partai Padi Dr.Muhamad Aly Umar

Apakah bila perang terjadi antara China dan Jepang akan melibatkan negara negara pemilik Nuklir.

Prof Sutan menyampaikan kepada media bahwa keterlibatan Nuklir bisa terjadi saat ini karena perang di timteng antara palestina dan israel sudah menghabiskan stok pedagang alutista militer.

Perang rusia dan ukraina juga sudah menarik dan menguras stok persejataan berat atau alat alat tempur canggih.

Maka bila china dan jepang perang. Tentu adalah puncak pertandingan olimpiade dalam unjuk kekuatan perang.

Perang Nuklir memang sudah diperkirakan terjadi bila china dan jepang terjadi. Korut akan ikut campur. Korsel akan terlibat. Rusia akan menghidupkan nuklirnya. Amerika juga seperti itu. Maka disusul negara negara lain yang punya nuklir dan merasa terancam.

Situasi terburuk perang dengan nuklir di tahun 2026 memang sudah di baca oleh para pakar strategi perang dibanyak dunia. Maka Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto harus siaga satu dan mengambil langkah langkah untuk mengamankan Negara Indonesia.

Laut samudra Indonesia bisa menjadi terminal semua kapal selam seluruh dunia dan kapal induk. Pulau pulau akan menjadi lapangan terbang dan gudang semua logistik perang negara barat dan timur. Walau perang tidak lama di laut china dan jepang. Kemungkinan akan lama di laut Indonesia.

Alasan Taiwan jadi rebutan saat ini akan mengalami hal yang sama seperti palestina dan di jadikan objek adu kekuatan militer Timur dan Barat di Timteng. Taiwan akan hancur di jadikan objek uji coba perang di ASIA oleh para ahli perang dunia.

Keterlibatan Amerika dan Rusia bukan cerita baru lagi dengan kekuatan militernya di ASIA. Maka perlu pertimbangan besar kekuatan militer Indonesia harus mulai di siapkan sebelum hal terburuk terjadi

 

Narasumber : Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA Plus

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Agung ST Burhanuddin Perintahkan Jaksa Di Daerah Fokus Menyikapi Pemberantasan Korupsi Dengan Skala Besar
Skandal 72 Jam” Menelusuri ‘Karpet Merah’ Lahan 3.800 Hektar di Aceh Singkil Berpindah Kepengurusan Ketangan Swasta
PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Kontrak Pengadaan Kendaraan KDKMP Senilai Rp.24.66 Triliun Ke India
Indonesia Akan Mengimpor 580.000 Ekor Ayam Dan Impor Beras 1000 Ton Dari AS
Sarang Tramadol Berkedok Kosmetik di Jakbar: Siapa di Balik Sosok “Ojan” yang Tak Tersentuh Hukum?
Dugaan Penganiayaan Anak Hingga Tewas, Bobi Irawan Merah Putih Desak Penegakan Hukum yang Adil
Program Bupati Purwakarta BPJS Ketenagakerjaan Diduga Tidak Berjalan Maksimal
Praktisi Hukum dan Akademisi Sumatera Utara menanggapi KUHP dan KUHAP memberikan harapan baru bagi jalannya sistem di Indonesia.
Berita ini 6 kali dibaca
Prof Sutan Nasomal "Meminta Presiden RI Harus Siaga Satu Dengan Jepang,China Memanas"Ancaman Untuk Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:17 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin Perintahkan Jaksa Di Daerah Fokus Menyikapi Pemberantasan Korupsi Dengan Skala Besar

Senin, 23 Februari 2026 - 15:07 WIB

Skandal 72 Jam” Menelusuri ‘Karpet Merah’ Lahan 3.800 Hektar di Aceh Singkil Berpindah Kepengurusan Ketangan Swasta

Senin, 23 Februari 2026 - 14:01 WIB

PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Kontrak Pengadaan Kendaraan KDKMP Senilai Rp.24.66 Triliun Ke India

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:20 WIB

Indonesia Akan Mengimpor 580.000 Ekor Ayam Dan Impor Beras 1000 Ton Dari AS

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:00 WIB

Sarang Tramadol Berkedok Kosmetik di Jakbar: Siapa di Balik Sosok “Ojan” yang Tak Tersentuh Hukum?

Berita Terbaru

Headline

PROGRAM DEDI MULYADI GUBERNUR JAWA BARAT DIKANGKANGI

Jumat, 27 Feb 2026 - 09:32 WIB