RAMBO TUNTUT PEMBERSIHAN TOTAL: BUMI HANGUSKAN OKNUM MAFIA DAN SAMPAH NEGARA PEMBAJAK HUKUM DAN APARAT BERKHIANAT!

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAMBO TUNTUT PEMBERSIHAN TOTAL: BUMI HANGUSKAN OKNUM MAFIA DAN SAMPAH NEGARA PEMBAJAK HUKUM DAN APARAT BERKHIANAT!

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rambonews.id

JAKARTA, 12 NOVEMBER 2025 – Relawan Pembela Prabowo (RAMBO) hari ini mengeluarkan ultimatum paling keras, menyatakan bahwa Indonesia berada dalam kondisi darurat struktural akibat budaya suap, korupsi, dan mafia yang merajalela. RAMBO menuntut pembersihan total dan pembumihangusan tuntas terhadap sampah negara ini.

Ali Sopyan, Narasumber Relawan Pembela Prabowo (RAMBO), menegaskan bahwa kelumpuhan penegakan hukum terjadi karena jaringan kejahatan berada di dalam sistem itu sendiri.

“Budaya mafia dan korupsi sudah menjalar dari Wilayah Tingkat Desa hingga Pemerintah Pusat. Dan kami tahu pelakunya: pelaku mafia tersebut tidak jauh dari pejabat politik, pejabat publik, atau penegak hukum, mulai dari pejabat di Desa hingga Pusat. Inilah lingkaran setan yang membuat hukum mati!” tegas Ali Sopyan.

Ali Sopyan melanjutkan, semua pejabat dan oknum para mafia yang berlindung dalam atas nama jabatan, proyek, dan kekuatan politik perlu dibersihkan dan dibumihanguskan dari negara ini, karena mereka adalah SAMPAH.

“Kelambanan penanganan hukum juga adalah cermin dari ketidakmampuan aparat. Jangan-jangan, mereka bagian daripada mafia dan koruptor perampok tersebut! Ini dibuktikan, bilamana wartawan diberikan kewenangan untuk menangkap penjahat, sudah pasti dan tentunya wartawan lah yang paling banyak menangkap para mafia, rampok, dan penjahat di negara ini, sebab wartawan membawa ratusan hingga ribuan bukti eksklusif setiap hari.”

Baca Juga:  Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp6.323.366.954,00 pada 28 SKPD Karawang Tidak Memenuhi Persyaratan

 

Ali Sopyan mengecam keras bahwa oknum aparat berdalih membela “pelindung negara” (yaitu mafia) sambil membungkam pers (terutama dalam kasus Perampasan Tanah). Koruptor menggunakan celah hukum, dan kelambanan proses hukum adalah bukti keterlibatan aparat.

RAMBO menuntut pimpinan negara yang baru untuk mengambil langkah ekstrem, tanpa kompromi, dan non-toleransi di setiap wilayah dan institusi, sebagai respons atas merajalelanya budaya suap dan pengkhianatan ini.

RAMBO mendesak agar segera dilakukan Pemecatan Massal Vertikal, yaitu mencopot semua pejabat publik dan birokrat yang terlibat dalam jaringan suap dan mafia di seluruh tingkatan, dari pusat hingga ke desa. Tindakan harus segera diambil untuk ADILI PENGKHIANAT DAN OKNUM LAMBAT—karena kelambanan adalah bukti keterlibatan—serta memidanakan oknum aparat yang menjadi beking mafia.

 

Lebih lanjut, RAMBO menuntut Jaminan Perlindungan Pers & Tindak Lanjut Bukti, agar jurnalis dilindungi sepenuhnya dan ratusan berita eksklusif yang mereka hasilkan menjadi dasar penindakan segera. Prioritas juga harus diberikan pada Rehabilitasi Korban Tanah, dengan segera menangani kasus-kasus perampasan yang terabaikan.

 

“Kami mengingatkan, kegagalan menindak tegas di tengah bukti yang melimpah ini adalah pengkhianatan terhadap jutaan suara. RAMBO menuntut agar hukum betul-betul ada! Bumihanguskan para pengkhianat ini sekarang juga! Tegaskan bahwa Rakyat adalah Pelindung Negara yang Sejati, dan aparat wajib tunduk serta melayani kepentingan rakyat!”

 

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas*
PEMBANGUNAN SIRING PASANGAN JALAN PROVINSI RT 13 PAGAR AGUNG LAHAT DIDUGA ASAL JADI DAN ASAL-ASALAN
MAFIA NIP GANDA DINKES PEMKAB BANYUASIN SUMSEL PIDANA MURNI BELUM DI PROSES HUKUM APBD DIGOROK  RP.11.068 887 153.
Diminta Segera Usut Tuntas ER Guru di SMKN 1 Plered Diduga Berbisnis Masuk Anak Sekolah Menerima Imbalan Uang Ratusan Juta
KETUA ORMAS DPD RAMBO MUARA ENIM TEGASKAN PEMBAGIAN TUGAS PENGURUS HARUS BERDAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT 
Beredar Video Diduga Mengatasnamakan Wali Kota Prabumulih Terkait Pungutan Pasar Subuh, WRC Minta Klarifikasi Resmi
Hampir Sepanjang Bangunan Retak, Proyek Lining Saluran BBWS Citanduy di Desa Bumireja Jadi Sorotan
ALI SOPYAN WAKIL KETUA UMUM IWO INDONESIA TANTANG REDAKSI MEDIA ISTANA NEGARA GAYA PREMAN
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:54 WIB

*Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas*

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:11 WIB

PEMBANGUNAN SIRING PASANGAN JALAN PROVINSI RT 13 PAGAR AGUNG LAHAT DIDUGA ASAL JADI DAN ASAL-ASALAN

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:01 WIB

MAFIA NIP GANDA DINKES PEMKAB BANYUASIN SUMSEL PIDANA MURNI BELUM DI PROSES HUKUM APBD DIGOROK  RP.11.068 887 153.

Rabu, 5 Agustus 2026 - 01:44 WIB

Diminta Segera Usut Tuntas ER Guru di SMKN 1 Plered Diduga Berbisnis Masuk Anak Sekolah Menerima Imbalan Uang Ratusan Juta

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:15 WIB

KETUA ORMAS DPD RAMBO MUARA ENIM TEGASKAN PEMBAGIAN TUGAS PENGURUS HARUS BERDAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT 

Berita Terbaru