PENYIDIKAN KASUS KORUPSI JEMBATAN RUMAMBE 2 KARAWANG ADAAPA?.. KEJATI JABAR 2024 SENYAP. MASYARAKAT BERHAK TAHU..!!!

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENYIDIKAN KASUS KORUPSI JEMBATAN RUMAMBE 2 KARAWANG ADAAPA?.. KEJATI JABAR 2024 SENYAP. MASYARAKAT BERHAK TAHU..!!!!

Rambonews.id||Karawang 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Rumambe 2 dan peningkatan Jalan Anggadita Tahun Anggaran 2024 kini menyeret lingkaran pejabat penting di Kabupaten Karawang.

Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) resmi memanggil mantan Kepala Dinas PUPR Karawang untuk dimintai keterangan.

Foto Dokumentasi Proyek
Foto Dokumentasi Proyek

Bukan hanya satu nama. Dalam pusaran perkara ini, turut dipanggil :

Kasubag Keuangan Dinas PUPR Karawang

Konsultan Pengawas Pembangunan Jembatan Rumambe 2

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dinas PUPR Kabupaten Karawang

Ketua Pokja Pelelangan Pembangunan Jembatan Rumambe 2 dan Peningkatan Jalan Anggadita

Jika dugaan yang beredar benar, maka ini bukan sekadar korupsi biasa.

Ini adalah dugaan korupsi berjamaah — sistematis, terstruktur, dan diduga melibatkan aktor-aktor kunci dari hulu hingga hilir proyek.

Dari meja perencanaan, proses lelang, pengawasan, hingga pencairan anggaran.

Anggaran puluhan miliar rupiah yang seharusnya menjelma menjadi jembatan kokoh dan jalan berkualitas diduga berubah menjadi “es teh manis” yang habis diseruput bersama.

Uang rakyat — yang dikumpulkan dari pajak dan retribusi — diduga diperlakukan seperti dana pribadi tanpa rasa takut, tanpa rasa malu.

Baca Juga:  KONSUMSI GAS BUMI 2024 MEMBENGKAK Rp 682,82 MILIAR, BAYANG-BAYANG KUJANG 1A TERHENTI BEROPERASI

Lebih memprihatinkan lagi, proyek infrastruktur bukan sekadar angka di APBD.

Jembatan dan jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika proyek diduga dikondisikan, spesifikasi diturunkan, atau anggaran dimanipulasi, yang dikorbankan bukan hanya kas negara, tapi keselamatan dan masa depan masyarakat.

Pemanggilan oleh Pidsus Kejati Jabar harus menjadi alarm keras: Karawang tidak boleh menjadi ladang bancakan elite birokrasi dan rekanan.

Jika terbukti ada pengondisian lelang, mark-up anggaran, atau pembagian fee proyek, maka ini adalah pengkhianatan terang-terangan terhadap amanah publik.

Masyarakat berhak tahu:

Siapa aktor intelektual di balik dugaan skema ini?

Berapa nilai riil kerugian negara?

Apakah aliran dana berhenti di pejabat teknis, atau mengalir lebih jauh?

Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pemeriksaan seremonial. Jika bukti cukup, penetapan tersangka harus dilakukan tanpa pandang jabatan. Tidak boleh ada “orang kuat” yang kebal hukum.

Kasus ini adalah ujian bagi Kejati Jawa Barat: berani membongkar hingga ke akar, atau membiarkan publik kembali kecewa?

Karawang sedang menunggu. Dan rakyat tidak butuh klarifikasi normatif. Rakyat butuh keadilan yang nyata.

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kejati Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Purwakarta Diduga Menyisakan Hutang Belum Bisa di Pertanggungjawabkan.
Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas
Tiga Kecamatan di Kabupaten Lahat ,Diduga Anggaran Di Rampok Oknum Pejabat Koruptor Makin Subur
GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT RAMPOK ANGGARAN BELANJA BBM MASIH BERKELIARAN DIPEMKAB BEKASI.
Krisis Kepercayaan di Polres Kebumen, Aliansi Masyarakat Kebumen Bersatu Pilih Lapor Langsung ke Tujuh Lembaga Pusat di Jakarta
SUBANG RUGI PULUHAN MILIAR! PENDAPATAN DAERAH BOCOR — ANGKA DIPALSUKAN, REALITAS JATUH!
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih di HUT ke-81 RI: Kemerdekaan adalah Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan
Dua Tahun Berturut-turut Bocorkan APBD demi Instansi Vertikal, Ali Sopyan Pimpinan Umum Rajawali News Geram Wali Kota Prabumulih Pasrah Akui Temuan BPK
Berita ini 105 kali dibaca
PENYIDIKAN KASUS KORUPSI JEMBATAN RUMAMBE 2 KARAWANG ADAAPA?.. KEJATI JABAR 2024 SENYAP. MASYARAKAT BERHAK TAHU..!!!

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Purwakarta Diduga Menyisakan Hutang Belum Bisa di Pertanggungjawabkan.

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Tiga Kecamatan di Kabupaten Lahat ,Diduga Anggaran Di Rampok Oknum Pejabat Koruptor Makin Subur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:14 WIB

GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT RAMPOK ANGGARAN BELANJA BBM MASIH BERKELIARAN DIPEMKAB BEKASI.

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Krisis Kepercayaan di Polres Kebumen, Aliansi Masyarakat Kebumen Bersatu Pilih Lapor Langsung ke Tujuh Lembaga Pusat di Jakarta

Berita Terbaru