KONSUMSI GAS BUMI 2024 MEMBENGKAK Rp 682,82 MILIAR, BAYANG-BAYANG KUJANG 1A TERHENTI BEROPERASI

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONSUMSI GAS BUMI 2024 MEMBENGKAK Rp 682,82 MILIAR, BAYANG-BAYANG KUJANG 1A TERHENTI BEROPERASI

Rambonews.id||Cikampek

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beban biaya energi kembali menghantui industri pupuk nasional. Sepanjang 2024, konsumsi gas bumi di PT Pupuk Kujang Cikampek tercatat melonjak hingga Rp 682,82 miliar.

Kenaikan signifikan ini bukan sekadar angka di atas kertas—ia menjadi sinyal keras atas rapuhnya struktur biaya produksi dan ancaman nyata terhadap keberlanjutan operasional pabrik.

Gas bumi merupakan urat nadi industri pupuk. Lebih dari sekadar bahan bakar, gas adalah bahan baku utama dalam proses produksi amonia dan urea.

Ketika biaya gas melonjak, struktur ongkos produksi langsung terdorong naik, menekan margin, dan mempersempit ruang gerak perusahaan.

Sorotan tajam kini mengarah pada Pabrik Kujang 1A, unit produksi senior yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung kapasitas pabrik di Cikampek.

Dengan usia instalasi yang tidak lagi muda dan efisiensi yang kalah dibanding teknologi generasi terbaru, beban biaya gas yang membengkak berpotensi membuat operasionalnya tidak lagi ekonomis.

Baca Juga:  HPN 2026: Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta (KWCP)Mempertegas Peran Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi dan Pengawal Transparansi Publik

Jika tekanan biaya terus berlangsung tanpa skema kompensasi atau kebijakan harga gas yang lebih kompetitif, risiko penghentian operasi Kujang 1A bukan sekadar wacana. Penghentian itu akan berdampak berantai:

Penurunan kapasitas produksi pupuk nasional

Ketergantungan lebih besar pada impor

Tekanan terhadap ketahanan pangan

Potensi implikasi terhadap tenaga kerja dan ekosistem industri sekitar

Di tengah agenda swasembada pangan dan penguatan industri strategis, kondisi ini menjadi alarm serius.

Industri pupuk adalah fondasi sektor pertanian. Ketika fondasi ini diguncang lonjakan biaya energi, dampaknya merambat hingga ke petani dan stabilitas harga pangan.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah beban biaya ini berat—melainkan seberapa cepat solusi dihadirkan.

Tanpa kebijakan gas industri yang berpihak pada daya saing manufaktur strategis, pabrik-pabrik lama berisiko tersisih oleh tekanan biaya yang tak terkendali.

Lonjakan Rp 682,82 miliar ini bukan sekadar statistik tahunan. Ia adalah peringatan keras: tanpa intervensi konkret, sejarah panjang produksi pupuk di Cikampek bisa memasuki babak barubabak efisiensi ekstrem, atau bahkan penghentian operasi.

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: PT Pupuk Kujang 1A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pull Bus Langgar Perwal Sebabkan Kemacetan di SM Raja Kota Medan
Tambang Emas Belopa Kembali Beroperasi, Publik Tagih Jawaban: Legal atau Dilindungi Oknum?
PTBA RAMPAS PERKEBUNAN RAKYAT DESA DARMO MENGGUSUR TANPA GANTI RUGI DIDUGA ALA PKI
Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Purwakarta Diduga Menyisakan Hutang Belum Bisa di Pertanggungjawabkan.
Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas
GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT RAMPOK ANGGARAN BELANJA BBM MASIH BERKELIARAN DIPEMKAB BEKASI.
Mafia Tambang Emas Ilegal di Muratara semakin mengila dan tahan hukum BBM Ilegal Masuk Bebas, APH Diduga Tutup Mata.
SUBANG RUGI PULUHAN MILIAR! PENDAPATAN DAERAH BOCOR — ANGKA DIPALSUKAN, REALITAS JATUH!
Berita ini 1 kali dibaca
KONSUMSI GAS BUMI 2024 MEMBENGKAK Rp 682,82 MILIAR, BAYANG-BAYANG KUJANG 1A TERHENTI BEROPERASI

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Pull Bus Langgar Perwal Sebabkan Kemacetan di SM Raja Kota Medan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Tambang Emas Belopa Kembali Beroperasi, Publik Tagih Jawaban: Legal atau Dilindungi Oknum?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:04 WIB

PTBA RAMPAS PERKEBUNAN RAKYAT DESA DARMO MENGGUSUR TANPA GANTI RUGI DIDUGA ALA PKI

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Purwakarta Diduga Menyisakan Hutang Belum Bisa di Pertanggungjawabkan.

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Sumardi Tegaskan Persoalan Dana Bukan Urusan Pemerintahan Desa Karangmukti, Minta Riwayat Mobil Ajis Diperjelas

Berita Terbaru