Terjaring OTT 10 Orang Termasuk Gubernur Riau dan Bupati Kolaka Timur
Rambonews.id||Jakarta
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korupsi di lingkungan pemerintahan kini kembali menjadi perhatian setelah terungkapnya kasus yang melibatkan sejumlah kepala daerah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Jumat 7/11/2025 malam.
Dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Ponorogo, hingga Jumat malam, KPK berhasil mengamankan 13 orang
Selain itu,Penangkapan hanya berselang tiga hari dari operasi OTT yang dilakukan pada Senin (3/11/2025) di Riau di mana KPK mengamankan sekitar 10 orang termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid.
Pada konferensi pers, KPK mengungkapkan dugaan pemerasan yang dilakukan Abdul Wahid dan sejumlah pejabat di lingkup Dinas PUPR Riau.
Kasus korupsi yang menjerat kepala daerah bukanlah hal baru :
Berdasarkan laporan statistik KPK, dalam dua dekade terakhir setidaknya terdapat 30 gubernur dan 171 wali kota atau bupati yang melakukan tindak pidana korupsi (TPK).
Di tahun 2025 sudah terdapat tiga kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah.
“Selain dua operasi OTT pekan ini, pada Agustus silam, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis ditangkap dalam OTT yang digelar KPK.
Abdul Aziz diringkus setelah menghadiri Rapat Kerja Nasional Partai Nasdem di Makassar, Sulawesi Selatan, dan segera dibawa tim penyidik KPK ke Jakarta.
Abdul Aziz diduga terlibat dalam korupsi terkait pembangunan rumah sakit di Kolaka Timur yang didanai menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kasus kedua adalah yang melibatkan Gubernur Riau Abdul Wahid belakangan ini, yang juga ditangkap melalui OTT.
Tanak menegaskan, hasil OTT ini menjadi peringatan bagi seluruh kepala daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Momentum ini harus jadi pengingat bagi semua penyelenggara negara untuk menjaga integritas dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi,” ucapnya.
Penulis : Ridho














