Ali Sopyan Desak H.Herman Deru Gubernur Sumsel Pencairan 17 Kabupaten Temuan BKBK Belum Ada Penjelasan

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ali Sopyan Desak H.Herman Deru Gubernur Sumsel Pencairan 17 Kabupaten Temuan BKBK Belum Ada Penjelasan

Rambonews.id||Sumsel

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum lama ini,Ali Sopyan Pimpinan Umum Media Rajawalinews Group dengan surat terbuka :

Dengan hormat.

Gubernur Sumatra Selatan

H. Herman Deru,

Bersama ini kami dari media Rajawali news grup, telah menemukan data BKBK yang melibatkan 17 kabupaten dan kota, di wilayah Sumsel Sumatra selatan

Diduga keras pencairan dana tersebut pasca pilkada yang tidak tertutup kemungkinan dana BKBK tersebut di gunakan politik pemilihan gubernur Sumatra selatan, dalam hal ini kami mohon penjelasan terkait pencairan dana tersebut

Agar di dalam pemberitaan kami tidak salah tulis, Atas kerja samanya terimakasih.

Data terlampir

Perihal : Konfirmasi/Klarifikasi 

Desakan Klarifikasi Atas Krisis Likuiditas Keuangan Daerah dan Pelanggaran Tata Kelola Belanja BKBK Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024.

Ringkasan Temuan (Duduk Perkara)

Berdasarkan dokumen laporan keuangan yang dianalisis, ditemukan kondisi kritis pada likuiditas keuangan di 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan akibat ketidakpastian penyaluran Belanja

Defisit Likuiditas:

Sebanyak 11 kabupaten/kota tercatat tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya hanya dengan mengandalkan saldo kas di Kas Daerah.

Penyimpangan Dana:

Terdapat 13 kabupaten/kota yang terpaksa menggunakan “Kas yang Dibatasi Penggunaannya” (dana yang seharusnya sudah memiliki peruntukan spesifik/Earmarked) untuk menutupi kewajiban jangka pendek dan kegiatan BKBK.

Beban APBD Masa Depan:

Terdapat kewajiban sebesar Rp1.163.608.734.979,05 yang belum memiliki sumber pendanaan, sehingga menjadi beban berat pada tahun anggaran berikutnya.

Terlihat ,Dasar Hukum & Pelanggaran Undang-Undang Tata kelola keuangan ini dinilai telah melanggar prinsip-prinsip hukum negara sebagai berikut:

Baca Juga:  KA.KANKEMENAG LAHAT "KAMI SEDANG DALAMI" DUGAAN PUNGLI KUA KEC LAHAT

UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Pasal 17 ayat 1): APBD gagal disusun berdasarkan kemampuan pendapatan daerah yang riil.

PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah:

Pelanggaran azas tertib, efisien, transparan, dan bertanggung jawab (Pasal 3) serta penganggaran pengeluaran tanpa kepastian ketersediaan dana (Pasal 24).

Permendagri No. 15 Tahun 2023 & Permendagri No. 77 Tahun 2020: Ketidakpatuhan dalam memprioritaskan belanja wajib sebelum mengalokasikan bantuan keuangan.

Pergub Sumsel No. 3 Tahun 2022: Pemberian BKBK tidak mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, yang berakibat pada gagal bayar kepada pihak ketiga.

Pernyataan Sikap & Ancaman Klarifikasi

Kami memandang bahwa kondisi ini bukan sekadar masalah administratif, melainkan bentuk kelalaian serius dalam manajemen keuangan publik yang merugikan pihak ketiga (kontraktor/masyarakat) dan stabilitas ekonomi daerah.

DENGAN INI KAMI MENEGASKAN:

Meminta kepada pihak terkait, khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan pihak berwenang di Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, untuk segera memberikan klarifikasi secara transparan mengenai langkah konkret pelunasan utang BKBK tersebut.

Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada penjelasan yang rasional dan solusi nyata, kami akan mendorong masalah ini ke ranah audit investigatif lebih lanjut oleh instansi berwenang (BPK/APH) atas dugaan maladministrasi dan pelanggaran undang-undang keuangan negara.”

4. Penutup

Ketidakmampuan daerah dalam mengelola likuiditas adalah cermin dari perencanaan yang tidak berbasis data.

Transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban hukum.

Keuangan negara adalah amanah rakyat; mengelolanya tanpa akurasi adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: BPK RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerima DBHCHT di RKUD Pemprov Sumsel diduga Ada Pengendapan Dana Mengakibatkan Telat Penyaluran
Skandal RSUD Tigaraksa: Uji Nyali BPK di Bawah Bayang-Bayang Putusan MK
Diduga 13 prasarana, sarana, utilitas PSU Pemkab Sumenep Menjadi Aset Gelap Para Oknum Pejabat Koruptor
Bappenda Belum Optimal Dalam Penagihan Piutang PBB-P2 Kota Cimahi
Warga Desa Bolo Antusias, Dibantu Anggota Kodim 0724/Boyolali Siapkan Acara Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda
Kejati Sumsel Menaikan Status Perkaranya Dari Penyelidikan ke Penyidikan Umum Koruptor
Dugaan “Lubang Hitam” Dana Desa Tegal Kunir Kidul: Kades dan Sekdes Bungkam Anggaran Ganda
Tagih Transparansi Kejari, Advokat Tegaskan Proyek Ambulans Tak Mungkin Tanpa Peran Pejabat
Berita ini 0 kali dibaca
Ali Sopyan Desak H.Herman Deru Gubernur Sumsel Pencairan 17 Kabupaten Temuan BKBK Belum Ada Penjelasan

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 05:37 WIB

Penerima DBHCHT di RKUD Pemprov Sumsel diduga Ada Pengendapan Dana Mengakibatkan Telat Penyaluran

Sabtu, 11 April 2026 - 02:29 WIB

Skandal RSUD Tigaraksa: Uji Nyali BPK di Bawah Bayang-Bayang Putusan MK

Sabtu, 11 April 2026 - 01:44 WIB

Ali Sopyan Desak H.Herman Deru Gubernur Sumsel Pencairan 17 Kabupaten Temuan BKBK Belum Ada Penjelasan

Sabtu, 11 April 2026 - 01:00 WIB

Diduga 13 prasarana, sarana, utilitas PSU Pemkab Sumenep Menjadi Aset Gelap Para Oknum Pejabat Koruptor

Jumat, 10 April 2026 - 04:12 WIB

Warga Desa Bolo Antusias, Dibantu Anggota Kodim 0724/Boyolali Siapkan Acara Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda

Berita Terbaru