AMS Bekasi Menggugat: Soroti Alih Fungsi Lahan Produktif Jadi Perumahan, Minta Pejabat Pusat dan Daerah Evaluasi Izin!
Rambonews.id||Kab,Bekasi
Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kabupaten Bekasi merayakan hari jadinya yang ke-59 tahun dengan menggelar acara syukuran dan pemotongan tumpeng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, momentum perayaan tersebut dimanfaatkan sebagai panggung untuk menyuarakan kritik keras terhadap maraknya alih fungsi lahan pertanian produktif di wilayah Bekasi.
Acara Milangkala (hari jadi) yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini diselenggarakan oleh Pengurus Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kabupaten Bekasi pada Minggu, 8 November 2025.
*Momentum Konsolidasi dan Silaturahmi*
Perayaan hari jadi ke-59 AMS ini mengambil tempat di kediaman Ketua Distrik AMS 024 Kabupaten Bekasi, sekaligus Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, Abah H. Minda Suryana, di Kampung Pule, Desa Karang Setia, Kabupaten Bekasi.
Acara dihadiri oleh segenap jajaran pengurus Distrik dan Rayon-rayon se-Kabupaten Bekasi.
“Turut hadir pula jajaran penting organisasi seperti Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan perwakilan dari Pengurus Pusat AMS. Kehadiran para tokoh ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi di tingkat Kabupaten Bekasi.

*Ketua AMS Bekasi Soroti ‘Setan-Setan Pengembangan Perumahan’*
Dalam pidatonya di sela-sela syukuran, Ketua Distrik 024 Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kabupaten Bekasi, Abah H. Minda Suryana, yang mengaku telah menjabat sejak tahun 2007, menyuarakan keprihatinan mendalam.
Pria paruh baya berusia 79 tahun yang mengaku telah berjuang di Bekasi sejak era Bupati Abdul Fattah di tahun 1976 ini secara spesifik menyoroti maraknya alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan perumahan di wilayah seperti Kecamatan Sukatani, Karang Bahagia, dan Kedungwaringin.
“Lahan-lahan produktif yang menghasilkan panen dua hingga tiga kali setahun kini habis diserobot untuk perumahan,” tegasnya.
Ia menyebut, habisnya lahan persawahan dan pertanian inilah yang menjadi penyebab utama wilayah Bekasi selalu dilanda banjir.
Bahkan, ia menyebut pengembang-pengembang yang melakukan alih fungsi lahan produktif ini sebagai “setan-setan rumah” yang tidak memiliki “perikemanusiaan“.
Dalam kesempatan itu, Abah Minda juga mengingatkan anggotanya untuk menjaga integritas organisasi. “Jangan sekali-kali memeras masyarakat, apalagi pejabat yang memang bersih,” pesannya.
*Tuntutan Audit Izin dan Seruan untuk Menteri*
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Distrik AMS Bekasi ini lantas menyampaikan seruan terbuka kepada para pejabat tinggi negara dan daerah untuk segera melakukan tindakan korektif.
• Panggilan kepada Pejabat Daerah: Ia secara khusus meminta kepada Bupati Bekasi dan Gubernur Jawa Barat untuk meninjau kembali perizinan alih fungsi lahan yang ada di Bekasi.
• Panggilan kepada Menteri: Seruan serupa juga ia tujukan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
“Mohon ditinjau kembali di daerah Bekasi,” pintanya. “Jangan cuma bicara di TV, di TV, di TV. Saya minta ditinjau kembali. Ditinjau ulang izin yang sudah dijadikan dan ditempuh pejabat-pejabat terdahulu,” tandasnya.
*Komitmen Hingga Akhir Hayat*
Menutup pernyataannya, tokoh senior AMS ini menegaskan komitmen pribadinya untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat.
“Sisa umur saya ini akan saya wakafkan untuk masyarakat, terutama masyarakat Bekasi, rakyat Indonesia,” pungkasnya, sembari meminta agar semua pernyataannya dicatat oleh awak media. (Pewarta : Suganda)
Penulis : Suganda














