Drs. H. Elfis Harmyn Ganie Dianggap Tepat Pimpin Presidium Persiapan 15 Thn Perjuangan Pemekaran BMR

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs. H. Elfis Harmyn Ganie Dianggap Tepat Pimpin Presidium Persiapan 15 Thn Perjuangan Pemekaran BMR

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wacana pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) telah menjadi pembicaraan panjang selama lebih dari 15 tahun, namun hingga kini belum terealisasi. Dinamika politik, birokrasi, dan kebutuhan figur yang mampu mempersatukan masyarakat menjadi faktor utama tertundanya pembentukan provinsi baru ini. Kini, DR (Hc) Drs. H. Elfis Harmyn Ganie, S.Sos., M.Si., muncul sebagai figur yang dianggap tepat untuk memimpin Presidium Persiapan Pemekaran BMR.

 

Sejarah Perjuangan Pemekaran BMR

 

Perjuangan pemekaran BMR dimulai pada era Gubernur Mayjen Sarungdayang dengan Wakil Gubernur DR. Jauhari Kansil. Kala itu, semangat untuk membentuk provinsi baru sempat tinggi, didorong oleh kebutuhan masyarakat BMR untuk memiliki otonomi yang lebih besar dalam pembangunan daerah. Namun momentum itu perlahan padam karena proses politik dan administrasi yang belum matang.

 

Dalam perjalanan panjang ini, DR (Hc) Drs. H. Elfis Harmyn Ganie diusulkan menjadi Ketua Presidium Persiapan Pemekaran BMR. Menurut Abo, aktivis setempat, Elfis merupakan figur yang memenuhi kriteria visioner, memiliki integritas, kapasitas birokrasi, dan kedekatan dengan masyarakat.

 

Komitmen Elfis terhadap pemekaran BMR tidak muncul secara tiba-tiba. Ia mewarisi semangat pembangunan dari almarhum ayahnya, Drs. H. Muhiba Ganie, MM, yang merupakan tokoh nasional dan pernah menjabat Kepala Kanwil Departemen Nakertranskop RI pada awal 1970-an. Almarhum Muhiba Ganie memprakarsai program transmigrasi etnik Jawa di Sulawesi Utara dan Gorontalo, yang berhasil membawa Sulut mencapai swasembada beras, jagung, dan kedelai pada 1978, diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto.

Baca Juga:  KETUA DPD IWO I KAB LAHAT MENGUTUK KERAS TINDAKAN PELAKU PENGANIAYAAN BENDAHARA IWO I KOTA PAGAR ALAM

 

Program transmigrasi tersebut menempatkan keluarga transmigran di kawasan Dumoga seperti Mopuya, Mopugad, dan Tumokang, yang kini menjadi sentra ekonomi Bolaang Mongondow. Almarhum juga mendorong penempatan transmigran etnik Jawa dan Bali di Marisa 1 dan 2 dari Wonosari, serta Isimu (Gorontalo), yang kemudian dikenal sebagai Kampung Jawa. Keberhasilan ini memberikan fondasi ekonomi yang kuat bagi wilayah BMR.

 

Selain latar belakang sejarah keluarganya, Elfis juga aktif sebagai Dewan Pembina Perkumpulan Rakyat Membela Prabowo (RAMBO), organisasi yang fokus pada advokasi politik dan pembangunan masyarakat. Peran ini menegaskan komitmen Elfis untuk mempersatukan berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan pemekaran dan pembangunan daerah.

 

Tantangan dan Momentum Baru

 

Menurut Abo, stagnasi proses pemekaran selama ini terjadi karena lemahnya figur presidium yang mampu menjadi pemersatu masyarakat BMR. Kehadiran nama Elfis Ganie dianggap sebagai momentum baru yang dapat memberikan arah, strategi, dan daya dorong yang kuat kepada pemerintah pusat.

 

“Pemekaran BMR membutuhkan figur yang visioner, berani, dan memahami sejarah pembangunan kawasan. DR (Hc) Elfis Harmyn Ganie memenuhi seluruh kriteria tersebut,” tegas Abo.

 

Dukungan terbuka terhadap Elfis Ganie menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat BMR semakin mendesak percepatan pembentukan provinsi baru. Publik kini menantikan respons tokoh daerah, legislatif, dan pemerintah pusat terhadap dinamika terbaru perjuangan panjang menuju Provinsi Bolaang Mongondow Raya.

 

 

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis Bagi 500 Anak di Ring 1*
Ali Sopyan Angkat Bicara Wacana Ulat dan Belalang MBG “Lebih Baik Mundur Jika Tidak Mampu!  
PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN DLH KAB  BEKASI SEWA EXCAVATOR DI MARK’UP APBD / APBN  
BERMACAM CARA PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN PEMKAB BOGOR UNTUK MELAKUKAN KORUPSI DENGAN DALIH KELEBIHAN PEMBAYARAN
KPK Resmi Tahan Bupati Tulungagung Gatut Sunu dan Ajudannya Terkait Kasus Pemerasan Rp5 Miliar
AKAL PEJABAT BANGSAT DANA PAJAK ROKOK DAN DANA BAGI HASIL PEMPROV SUMSEL DIREKAYASA
*Edukasi Publik tentang Pertambangan Berkelanjutan, PTBA Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey”*
KAJATI DIDESAK TANGKAP GEROMBOLAN KORUPTOR BERJEMAAH DI PEMPROV SUMSEL TABRAK PERATURAN PRESIDEN NOMOR 33 TAHUN 2020
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:11 WIB

*Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis Bagi 500 Anak di Ring 1*

Senin, 13 April 2026 - 13:57 WIB

Ali Sopyan Angkat Bicara Wacana Ulat dan Belalang MBG “Lebih Baik Mundur Jika Tidak Mampu!  

Senin, 13 April 2026 - 03:01 WIB

PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN DLH KAB  BEKASI SEWA EXCAVATOR DI MARK’UP APBD / APBN  

Minggu, 12 April 2026 - 02:01 WIB

BERMACAM CARA PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN PEMKAB BOGOR UNTUK MELAKUKAN KORUPSI DENGAN DALIH KELEBIHAN PEMBAYARAN

Minggu, 12 April 2026 - 00:23 WIB

KPK Resmi Tahan Bupati Tulungagung Gatut Sunu dan Ajudannya Terkait Kasus Pemerasan Rp5 Miliar

Berita Terbaru