Dana Retribusi Persampahan Kab Bekasi Diduga Dilibas Kecoa ” Kajari Kab Bekasi Didesak Bertindak

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana  Retribusi Persampahan Kab Bekasi Diduga Dilibas Kecoa ” Kajari  Kab Bekasi Didesak Bertindak

Rambonews.id||Kab, Bekasi 

Ali Sopyan Relawan Rakyat Bela Prabowo ( RAMBO )mengendus adanya bau tak sedap di Dlh kab.bekasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya kadis LH ketika ingin di konfirmasi oleh awak media rajawali news diduga menghindar sehingga berita ini di muat apa adanya ,hal tersebut Kajari didesak bertindak usut tuntas dinas DLH Kab, Bekasi.

Pasalnya Pengelolaan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan pada Dinas LH Tidak Sesuai Ketentuan

LRA TA 2023 (audited) menyajikan realisasi Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp160.073.985.973,00 dari anggaran sebesar Rp 153.404.944.548,00 atau mencapai 104,35%. Realisasi tersebut diantaranya merupakan pendapatan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan pada Dinas LH sebesar Rp6.048.584.790,00 dari anggaran sebesar Rp6.000.000.000,00 atau mencapai 100,81%. 

Retribusi pelayanan persampahan/kebersihan adalah retribusi yang dipungut dari wajib retribusi (WR) sebagai pembayaran atas persampahan/kebersihan.

Pemungutan retribusi dapat dilakukan dengan media karcis maupun yang bersifat tetap (bulanan) melalui perjanjian kerja sama.

Hasil pengujian atas penerimaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan TA 2023 menunjukkan beberapa permasalahan sebagai berikut.

a. Penyetoran retribusi pelayanan persampahan pada UPTD Wilayah dilakukan oleh juru pungut Kepala Dinas LH melimpahkan sebagian kewenangannya kepada Kepala UPTD 

Wilayah Persampahan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal pengelolaan pelayanan persampahan di masing-masing UPTD.

Dalam hal penatausahaan pendapatan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan pada UPTD, maka Kepala UPTD dapat dibantu oleh Bendahara

Penerimaan Pembantu yang salah satu tugasnya adalah menata usahakan dan mempertanggungjawabkan pendapatan daerah yang diterimanya.

Selanjutnya, Bendahara Penerimaan Pembantu bertanggung jawab secara fungsional dengan membuat laporan pertanggungjawaban atas penerimaan pada unit SKPD dhi.

UPTD dan disampaikan kepada Bendahara Penerimaan Dinas LH. 

Hasil pemeriksaan atas pelaksanaan penatausahaan pendapatan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan di lapangan menunjukkan bahwa juru pungut memungut retribusi dari WR berdasarkan karcis dan langsung menyetorkan ke Kas Daerah. 

Selanjutnya, juru pungut menyampaikan laporan data rincian penerimaan beserta bukti setor pada Bendahara Penerimaan Dinas LH tanpa melalui Bendahara Penerimaan Pembantu.

Penyetoran dan pelaporan tersebut dilakukan oleh juru pungut karena pada UPTD Wilayah Persampahan Dinas LH tidak ada Bendahara Penerimaan Pembantu.

b. Dinas LH kehilangan potensi penerimaan retribusi atas pelayanan persampahan/kebersihan pada sekolah sebesar Rp1.000.175.000,00

Perda Nomor 01 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah mengatur besaran tarif retribusi terhadap pelayanan persampahan/kebersihan pada bangunan pendidikan (TK sampai dengan SMA) sebesar Rp100.000,00/ritase.

Baca Juga:  Disbudpora Untuk PSU Yang Belum Diserah Terimakan Dari Pengembang Kepada Pemkab Bekasi sebesar Rp93.119.161.309,01

Atas pelaksanaan perda tersebut menghasilkan realisasi pendapatan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan pada bangunan pendidikan TA 2023 sebesar Rp179.195.000,00, dengan rincian pada tabel berikut.

Hasil pemeriksaan atas bukti pengeluaran dana BOS untuk pelayanan persampahan, menunjukkan bahwa dari pengeluaran dana BOS sebesar Rp1.340.675.000,00, hanya sebesar Rp340.500.000,00 yang transaksi pengeluarannya berkaitan dengan Dinas LH. 

Sementara sisanya sebesar Rp1.000.175.000,00 (Rp1.340.675.000,00Rp340.500.000,00) merupakan transaksi pembayaran retribusi pelayanan persampahan dengan pihak swasta atau di luar Dinas LH.

c. Terdapat retribusi pelayanan persampahan pada sekolah tidak disetorkan ke Kas Daerah sebesar Rp150.600.000,00

Hasil pengujian secara uji petik atas BKU Penerimaan dan bukti setor retribusi oleh

UPTD Wilayah ke Kas Daerah, menunjukkan bahwa dari pembayaran retribusi pelayanan persampahan oleh sekolah kepada Dinas LH sebesar Rp236.100.000,00, hanya sebesar Rp17.300.000,00 yang bersumber dari tiga Sekolah Negeri yang disetorkan ke Kas Daerah.

Sementara selisihnya sebesar Rp218.800.000,00 (Rp236.100.000,00Rp17.300.000,00) tidak disetorkan ke Kas Daerah.

Hasil konfirmasi kepada lima bendahara SD Negeri dan 20 bendahara SMP Negeri yang merealisasikan belanja dana BOS untuk layanan pengangkutan sampah dengan Dinas LH, serta juru pungut Dinas LH, diketahui hal-hal sebagai berikut.

1) Pemungutan retribusi pelayanan persampahan dilakukan oleh juru pungut dan pegawai tenaga harian lepas (THL) pada UPTD Wilayah Sampah Dinas LH;

2) Pemungutan tidak menggunakan karcis melainkan berdasarkan pada kesepakatan antara pihak sekolah dengan juru pungut/pegawai THL yang bertugas mengangkut sampah tersebut;

3) Walaupun pemungutan tanpa menggunakan karcis, juru pungut UPTD tetap menyetorkan retribusi yang dipungut ke Kas Daerah namun tidak sebesar retribusi yang diterimanya; dan

4) Terdapat retribusi pelayanan persampahan sebesar Rp68.200.000,00 tidak disetorkan ke Kas Daerah. Penjelasan dari tiga juru pungut dan 12 THL, retribusi tidak disetorkan ke Kas Daerah karena digunakan untuk keperluan kru THL

pengangkut sampah. Atas kekurangan penerimaan tersebut telah ditindaklanjuti dengan penyetoran ke Kas Daerah sebesar Rp68.200.000,00 pada tanggal 13 Mei 2024 .

Akhirnya berita ini diterbitkan apaadanya, belum berhasil konfirmasi terhadap Kadis LH Kab, Bekasi,dan Kajari Kab Bekasi dari hasil temuan BPK RI,

 

Penulis : Redaksi

Sumber Berita: Ali Sopyan Relawan Rakyat Membela Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PROGRAM DEDI MULYADI GUBERNUR JAWA BARAT DIKANGKANGI
Guru P3K Bermental Preman? Aksi Usir Wartawan di SDN 03 Kedung Waringin Coreng Wajah PGRI!
KAB.BEKASI TERKORUP MENYALA KORUPTOR RAJAWALI MENGUDARA
KASUS SUAP IJON PROYEK KAB. BEKASI DIDUGA KERAS ADA MALING BERTERIAK MALING
TANGKAP KABID DISKOMINFO SANTIK KAB. BEKASI DIDUGA RAMPOK UANG AWAK MEDIA
Kades Bantarjaya akan bersurat kepada BPK RI Jawa Barat Dilaksanakan PT Adi Karya Persero Tbk Atas Dugaan Pembangunan saluran air yang sarat KKN
ANGGARAN BELANJA BAHAN BAKAR DAN PELUMAS PEMDA BEKASI AJANG SANTAPAN OKNUM PEJABAT BANGSAT
DANA KOMPENSASI TPST BANTAR GEBANG PEMDA BEKASI AMBURADUL KAJARI DIMINTA TURUN TANGAN
Berita ini 27 kali dibaca
Dana Retribusi Persampahan Kab Bekasi Diduga Dilibas Kecoa " Kajari Kab Bekasi Didesak Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:32 WIB

PROGRAM DEDI MULYADI GUBERNUR JAWA BARAT DIKANGKANGI

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:45 WIB

Guru P3K Bermental Preman? Aksi Usir Wartawan di SDN 03 Kedung Waringin Coreng Wajah PGRI!

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:11 WIB

KAB.BEKASI TERKORUP MENYALA KORUPTOR RAJAWALI MENGUDARA

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:07 WIB

KASUS SUAP IJON PROYEK KAB. BEKASI DIDUGA KERAS ADA MALING BERTERIAK MALING

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:58 WIB

TANGKAP KABID DISKOMINFO SANTIK KAB. BEKASI DIDUGA RAMPOK UANG AWAK MEDIA

Berita Terbaru

Bekasi

PROGRAM DEDI MULYADI GUBERNUR JAWA BARAT DIKANGKANGI

Jumat, 27 Feb 2026 - 09:32 WIB