Kadis Pendidikan Bungkam Seribu Bahasa Terkait Arogan Ikhwan Kasie sarana dan prasarana Terhadap Wartawan.
Rambonews.id||Purwakarta
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjutan berita sebelumnya dengan judul Klarifikasi SDN 3 Tegalmunjul,Kasie sarana dan prasarana mencak mencak Wartawan.
Program Revitalisasi satuan Pendidikan yang menjadi prioritas Kementerian pendidikan dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Tahun 2025
Revitalisasi sekolah dilaksanakan melalui skema swakelola, sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)
Dalam mekanisme Pembangunan di tangani Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)bersama tenaga teknis profesional.
Namun, Sekolah diberikan kewenangan penuh untuk merancang, membelanjakan, membangun,dan mempertanggung jawabkan anggaran secara akuntabel.
Hal tersebut,guru supaya tidak dibebani urusan administrasi pembangunan karena tanggung jawab ada pada P2SP.
Supaya dengan capaian ini, pemerintah optimistis Revitalisasi sekolah akan selesai sesuai target.
Saat awak media di undang ke dinas pendidikan terkait pernyataan Nur Sa,Adah Kepsek SDN 3 Tegalmunjul Anggaran Rp.259.200.000 tidak cukup, akhirnya menggunakan matrial bekas.
Sedangkan dari Pernyataan pihak Komite menjelaskan bahwa pihak sekolah hanya belanja matrial pasir saja dan lainnya dinas ungkap Komite.
Dalam Klasifikasi kepala sekolah SDN 3 Tegalmunjul untuk memberikan klarifikasi,dan anehnya Ikhwan Kasie sarana dan prasarana langsung marah marah kepada wartawan dengan gaya arogan Jum,at 25 November 2025.
Hal tersebut,diduga kuat apa yang di katakan pihak Komite tersebut ada benarnya,sekian banyak di saksikan Terhadap Kabid sarana dan prasarana, jajaran staff,pengawas Konsultan,ketua panitia,dan wartawan,hanya Ikhwan Kasie sarana dan prasarana berbeda tingkah lakunya, seolah olah sebagai pahlawan membela kepala sekolah.
Hal ini, menunjukkan ada keterlibatan dalam pelaksanaan Revitalisasi sekolah seakan akan di tutupi supaya tidak terhendusnya yang di bicarakan komite sebelumnya.
Lebih parahnya lagi, Ikhwan Kasie sarana dan prasarana meminta Terhadap awak media ini, pemberitaan di (take down )
Ia menjelaskan kembali kalau tidak akan banyak pembaca, yang di khawatir kan Ikhwan Kasie sarana dan prasarana sampai Kementrian karena ini Anggaran D.A.K jelas Ikhwan ke Wartawan.
Dalam intimidasi Ikhwan Kasie sarana dan prasarana Terhadap Wartawan :
1. Pemberitaan di minta Take down
2. Ikhwan Kasie sarana dan prasarana intimidasi Wartawan
3. Ikhwan Kasie sarana dan prasarana ada benarnya yang di katakan komite keterlibatan dalam pembelanjaan matrial dari dinas
4. Sangat aneh sikapnya saat kepala sekolah memberikan klarifikasi terhadap wartawan
5. Sebelum pulang Kepala Sekolah SDN 3 Tegalmunjul Ikhwan Kasie sarana dan prasarana mengatakan terhadap pihak kepsek kalau ada LSM,Ormas, Wartawan arahkan saja ke Dinas supaya pihak sekolah tidak salah pembicaraan
Awak media mencoba konfirmasi melalui WhatsApp kepala dinas Pendidikan untuk tanggapan perihal Ikhwan Kasie sarana dan prasarana tidak ada jawaban sama sekali alias bungkam.
Ali Sopyan Relawan Rakyat Bela Prabowo (RAMBO) menangapi adanya Kasie sarana dan prasarana suatu dalam bentuk dari pada pemaksaan yang suatu bagian dari pada intimidasi kerja jurnalis.
Hal tersebut, profesi jurnalis dan menjamin kebebasan pers agar terlindungi dari segala bentuk tekanan yang melanggar Undang undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers ungkap Ali Sopyan
Ia Menambahkan seorang Kasie sarana dan prasarana di dunia Pendidikan dan kepala dinas Pendidikan harus cepat tanggap adanya bawahan yang sudah arogan terhadap wartawan bukan di biarkan saja,supaya tidak mencoreng dunia pendidikan dalam adanya Arogan yang tidak profesional nanti nya ujar Ali
Namun,menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya independensi Pers penegakan hukum dan pilar demokrasi.
Penulis : Ridho
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Ridho Ketua Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta (KWCP)














