DIMINTA KEJAKSAAN,POLRES SEGERA USUT KEGIATAN IRIGASI PERPOMPAAN BESAR TA 2024 DIDUGA MANGRAK NANAN KABID ESDP PERTANIAN HARUS DI PROSES HUKUM
Rambonews.id||Purwakarta
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah memiliki beberapa program untuk meningkatkan sektor pertanian salah satu Kegiatan Irigasi Perpompaan Besar 2024 Purwakarta Diduga Di jadi kan ajang untuk mencari kekayaan oknum pejabat bermoral bangsat dan Rakus salah satu contoh kegiatan Alat mesin Hilang bangunan Mangkrak.
Purwakarta, Program Pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) Kelompok Tani Desa Mulyamekar Kecamatan Babakancikao , Purwakarta Sumber Dana : APBN 2024.
Sedangkan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian,melalui Program Pengembangan Infrastruktur Pertanian, untuk melaksanakan pembangunan Irigasi Perpompaan di Desa Mulyamekar Sebagai bagian dari upaya peningkatan Produktivitas Pertanian didaerah tersebut.
Menurut informasi warga sekitar,di tahun 2024 di Lokasi Petani di bangunkan untuk Kegiatan Irigasi Perpompaan Besar 2024 .
Ironisnya,Pekerjaan ,tidak berjalan sampai saat ini, apalagi pintupun tidak ada dan alat pompapun tidak ada, yang hanya tinggal paralon yang terbengkalai ungkap warga yang tidak mau di sebutkan namanya.
Ia melanjutkan,dari pembangunan awal sampai saat ini tidak berfungsi saluran tersebut, bagaikan mangkrak
Saat musim kemarau,kami sebagai petani pun belum merasakan dari mesin Pompa bantuan tersebut untuk mengalirkan air ke sawah kami
Makanya kami membuat aliran air tersendiri menuju ke sawah ,sambil bergantian terhadap yang lainnya.
Coba aja kang lihat bangunan sekarang sudah rusak,dan tidak terpelihara,kita anggap aja uang negara di hamburkan dan tidak di rasakan oleh petani lukasnya.
Selain itu, Program Irigasi Perpompaan ini dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Tani yang Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) Tahun 2024
Proyek ini bertujuan untuk menyediakan akses air yang lebih mudah bagi para petani,terutama di wilayah yang mengalami kesulitan air Irigasi pada musim kemarau.

Namun, Irigasi Perpompaan ini menggunakan teknologi modern yang memungkinkan pengairan lahan pertanian secara lebih efisien, dengan memanfaatkan sumber air permukaan yang di pompa ke lahan lahan pertanian.
Sangat di sayangkan Program mulia ini,tidak dibarengi dengan Keterbukaan Informasi Publik KIP ( Tidak di cantumkan Untuk Anggaran) di lokasi,di sayangkan awak media ini mencoba menemui Ketua Kelompok Tani,sangat sulit di temui seolah olah menghindar.
Di tempat berbeda, awak media menemui Nanan Kabid Esdp Pertanian Kamis 1/10/2025.
Samping kantin Nanan Kabid Esdp Pertanian di dampingi Gunawan sebagai Fungsional.
Nanan Kabid Esdp Pertanian mengatakan bahwa benar program tersebut benar adanya dari APBN 2024
Ia menambahkan nanti akan saya panggil dulu ketua kelompok,ungkap Nanan
Dalam Kegiatan Irigasi Perpompaan Besar 2024 kalau engga salah sekitar Rp 200 JT kurang ucap Nanan kabid
Menambahkan, Gunawan sebagai Fungsional di Pertanian mengatakan bahwa mesin pompa tidak ada ,melainkan di amankan dan juga pintupun di simpan ujar Gunawan.
Pada saat selesai pekerjaan tersebut,sudah kami tes Pompa tersebut dan hasilnya bagus,dan memang mesin tersebuti dilepas lagi,dan pintu di amankan takut hilang ucap Gunawan.
Sampai saat ini, engga tau ,karena di simpan sama ketua kelompok ujar Gunawan.
Menambahkan,Karena lokasi tersebut jauh dari pemukiman warga Lukas Gunawan
Berdasarkan hasil temuan di lapangan,bahwa pengadaan air baku untuk mengairi sawah berskala besar,jelas akan terpenuhi,karena sumber air yang ada sesuai dengan Bestez, sedangkan sumber airnya dari parit atau kali besar cuman disayangkan tidak ada keterbukaan.
Apalagi pintu besi tidak ada,Pompa air pun tidak ada, bagaimana program pemerintah pusat tidak berjalan dengan maksimal untuk para petani.
Hal tersebut,Pihak Dinas Pertanian dan Pangan agar mengontrol program tersebut tidak berjalan dari 2024 sampai saat ini.
“Sampai berita ini diterbitkan oleh Redaksi Kejaksaan dan Polres Purwakarta Jawa Barat belum di Konfirmasi….
Penulis : Sopyan/Red
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Pertanian














