*Fitrah Manusia Sudah Sejak Lahir Mempunyai Potensi Spiritual Untuk Mengenal dan Mendekatkan diri Kepada Tuhan*

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 02:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste :

 

*Fitrah Manusia Sudah Sejak Lahir Mempunyai Potensi Spiritual Untuk Mengenal dan Mendekatkan diri Kepada Tuhan*

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Fitrah spiritual sebagai pemberian bawaan manusia sejak lahir dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidup. Bisa lebih meningkat tapi juga bisa merosot atau sama sekali hilang tiada sisa dari dalam diri manusia. Karena itu, potensi spiritual sebagai pemberian Tuhan perlu dijaga dan dipelihara untuk kemudian dapat terus ditingkatkan kualitasnya dalam bentuk vibrasi dan frekuensinya.

 

Kemampuan spiritual sebagai fitrah bawaan sejak awal sudah mampu untuk mengenal Tuhan, meski sangat mungkin masih terbatas, belum begitu jauh dan mendalam kualitas kapasitas daya jelajahnya.

 

Kemampuan bawaan manusia untuk mengenal Tuhan bagian dari naluri manusia yang terpendam. Acap jarang diungkapkan, karena sifatnya lebih pada kepentingan pribadi yang tidak terlalu banyak terkait dengan kepentingan orang lain. Dari kesadaran dan pemahaman spiritual yang terasah dan terus ditingkatkan, manusia dapat kualitas spiritual yang meningkat. Sehingga dapat merasakan kedekatan dirinya dengan Tuhan. Pada giliran berikutnya, manusia mampu merasakan kedekatan dirinya dengan Tuhan.

 

Hasrat bawaan potensi spiritual setiap manusia mendorong keinginan untuk beribadah guna menemukan makna dan tujuan hidup yang lebih berkualitas melalui tatanan etika dan moral yang baik hingga dapat memiliki akhlak mulia sebagai manusia yang percaya pada kekuasaan Tuhan. Seperti kata penyair Chairil Anwar dalam karyanya : Tuhanku/ dalan termangu/ aku masih menyebut namamu.

 

 

 

 

Demikianlah naluri Ketuhanan manusia tentang Sang Maha Pencipta. Meski tak semua orang mampu mengekspresikan pemahaman dan penghayatannya tentang Tuhan.

 

 

 

 

Kesadaran manusia terhadap keindahan alam merupakan bagian dari ekspresi dari keyakinan manusia terhadap Sang Maha Pencipta Yang Maha Kuasa atas jagat raya dan seisinya, termasuk manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dari makhluk lainnya.

 

Kesadaran terhadap keindahan alam yang sungguh sangat menakjubkan, erat keterkaitannya dengan kesadaran manusia mempunyai ketergantungan dengan pihak lain. Sehingga dengan begitu, tiada tempat untuk bersikap pongah terhadap sesuatu apapun, terlebih kepada sesama manusia yang selalu memiliki ketergantungan pada pihak lain.

 

Atas kesadaran yang beranjak dari kesadaran itu pula bahwa semua tindakan apapun yang dilakukan akan mempunyai dampak dan konsekuensi logis yang bisa diperoleh, baik atau buruk akan kembali kepada diri sendiri. Oleh karena itu — pada dasarnya — manusia akan selalu berbuat baik dan berperilaku baik, ketika tatanan etika, moral dan akhlak manusia tidak tergoyahkan oleh ambisi dan sikap rakus serta sifat tamak seperti hewan yang terbuai oleh naluri hewaninya yang melibas naluri kemanusiaan yang tidak terjaga. Kecuali itu, kesadaran akan tanggung jawab tidak hanya sebatas dunia — hukum yang dibuat manusia — karena hukum Tuhan seperti yang telah lengkap narasinya dalam Al Kitab, tidak bisa diabaikan begitu saja. Meski ganjaran yang jelak pasti akan diterima tidak ketika itu akan diperoleh.

Baca Juga:  *PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Melalui Penyediaan Pasokan Energi yang Andal dan Berkelanjutan*  

 

Dalam konteks ini, karma dan azab tidak bisa dielakkan, sebab bisa saja wujudnya justru lebih pedih dan perih, karena harus ditanggung oleh anak dan cucu atau anggota keluarga lainnya. Begitulah hukum Tuhan — sunnatullah — yang tidak mungkin terelakkan. Kerena hukum Tuhan memiliki tata aturan sendiri — tidak bisa diintervensi oleh manusia — untuk memberi ganjaran yang pasti adil, setimpal, karena Tuhan tidak mungkin bisa disogok seperti peradilan yang dilakukan oleh manusia terhadap manusia.

 

Azab dari Tuhan itu seperti janji pasti terhadap pelimpahan rizki atas perbuatan baik manusia yang diberikan tanpa pamrih — apalagi sogok menyogok — karena Tuhan hanya menginginkan manusia berbuat baik, tidak hanya kepada sesama manusia dan alam, tetapi juga harus berbuat baik kepada dirinya sendiri. Maka itu, sikap dan sifat pembohong, penipu dan munafik harus dihindari, karena perlakuan buruk seperti itu adalah perbuatan yang tidak sisukai oleh Tuhan.

 

 

 

 

Artinya, ketika manusia berperilaku jahat, culas, bohong, menipu, maling atau korupsi dan khiabat pada amanah, wajar dikutuk tak hanya oleh manusia, tetapi juga oleh Tuhan. Karena manusia telah menyia-nyiakan fitrah pemberian-Nya kepada manusia sejak lahir untuk menjadi khalifatullah — wakil Tuhan — di bumi. Jadi wajar saja bila Tuhan pun murka, dan akan memberikan azab yang pedih. Tentu saja sialnya, ketika ganjaran itu harus ditanggung juga oleh anak dan cucu serta anggota keluarga lainnya.

 

Banten, 24 Maret 2026

 

 

 

 

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ANGGARAN PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN PEJABAT BANGSAT KAB 4 LAWANG MENELAN ANGGARAN Rp 30.941.351.854, 
Dana Bos SDN 17 Kuningan Dijadikan Ladang Korupsi Oknum Nakal Lemahnya pembinaan dan pengawasan Tim BOSP
Kajati Sumsel Dugaan Korupsi PT KMM Sita Aset Delapan Unit Roda Empat
POLDA SUMSEL DIDESAK USUT DANA PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN PEJABAT PEMKAB PALI
Dana Hibah Dimangsa Pejabat Sialan Berdalih Anggaran Belanja DiPemKab Karawang
Tetap Panen Di Lahan Negara, Masyarakat Sesalkan Sikap PT Barapala
*Dorong Kemandirian Ekonomi, PTBA dan BKMT Muara Enim Gelar Kelas Kreasi Vol.7*
Potret Buram MBG di Kampar: Nasi Goreng Berbelatung ‘Dihidangkan’ ke Siswa SDN 016 Kusau Makmur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:47 WIB

ANGGARAN PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN PEJABAT BANGSAT KAB 4 LAWANG MENELAN ANGGARAN Rp 30.941.351.854, 

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:16 WIB

Dana Bos SDN 17 Kuningan Dijadikan Ladang Korupsi Oknum Nakal Lemahnya pembinaan dan pengawasan Tim BOSP

Kamis, 30 April 2026 - 01:29 WIB

Kajati Sumsel Dugaan Korupsi PT KMM Sita Aset Delapan Unit Roda Empat

Jumat, 24 April 2026 - 06:09 WIB

POLDA SUMSEL DIDESAK USUT DANA PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN PEJABAT PEMKAB PALI

Jumat, 24 April 2026 - 00:43 WIB

Dana Hibah Dimangsa Pejabat Sialan Berdalih Anggaran Belanja DiPemKab Karawang

Berita Terbaru