RAPOR MERAH TOTAL BUPATI BANGGAI LAUT GAGAL KELOLA DAERAH,

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPOR MERAH TOTAL BUPATI BANGGAI LAUT GAGAL KELOLA DAERAH,

​Kinerja Pemda Banggai Laut Terburuk se-Sulteng,’Tidak Dinilai’ oleh Mendagri

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​BANGGAI LAUT – (10 Desember 2025) – Tata kelola pemerintahan di Kabupaten Banggai Laut (Balut) mencapai titik akhir, Sebuah fakta yang memalukan terkuak dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 100.2.1.7 – 2109 TAHUN 2025, mengenai Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2024.​Di tengah Kabupaten/Kota lain di Sulawesi Tengah yang mayoritas mendapatkan status Sedang dalam evaluasi kinerja,

 

*Kabupaten Banggai Laut justru menorehkan “Rapor Merah” dengan status yang jauh lebih mencoreng,TIDAK DINILAI.*

 

​Lebih Buruk dari Skor Terendah

​Sementara Kabupaten Banggai (skor 2,0609) dan Toli-Toli (skor 2,5774) menerima predikat Rendah, Pemerintah Daerah Banggai Laut bahkan tidak layak mendapatkan penilaian. Status “Tidak Dinilai” ini adalah bukti konkret bahwa pondasi administrasi dan akuntabilitas Pemda Balut sangat amburadul, menunjukkan kegagalan total dalam menjalankan fungsi dasar pemerintahan.

 

​Ironi Mematikan ini.Seluruh Kabupaten/Kota se-Sulteng dinilai, baik itu Rendah, Sedang, atau bahkan baik. Hanya Banggai Laut yang dianugerahi predikat memalukan.TIDAK TERDETEKSI KINERJANYA.

 

​ *Sekda Sebagai Panglima Birokrasi Turut Berdosa.*

 

Patut diduga didalam tatakelolah pemerintahan Kronisme dan Nepotisme Pemicu Kelumpuhan sehingga mendapat predikat

​Kegagalan yang fatal dari kemendagri ini tidak bisa dicuci bersih.

 

Pemberian Rapor Merah (status Tidak Dinilai) oleh SK Mendagri adalah cerminan langsung dari kegagalan total sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tiga pilar utama yang seharusnya menjadi otak dan pengawas pemerintahan,Bapperida, Inspektorat, dan Tapem,terbukti lumpuh dan mandul.

Baca Juga:  TANGKAP GEMBONG RAMPOK DANA ANGGARAN PUBLIKASI MENGATAS NAMAKAN MEDIA DI PEMDA BEKASI 

 

​Lebih tajam lagi, kelumpuhan ini secara langsung melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda), yang notabene adalah Panglima Birokrasi daerah.

 

Sekda Balut diduga turut memberi andil besar atas kehancuran ini karena ketidakmampuannya mengkoordinir penempatan Sumber Daya Aparatur (SD Aparatur) yang mumpuni.

 

​Alih-alih menempatkan profesional, Sekda justru disorot karena lebih mementingkan keluarga dan koleganya pada jabatan-jabatan strategis. Kebijakan kronisme dan nepotisme ini menghasilkan birokrat yang tidak cakap dan tidak mampu mengemban tugas, memastikan bahwa tugas dan tanggung jawab yang diemban TIDAK MAKSIMAL BERJALAN.

 

​Sorotan Tajam ke Puncak Pimpinan,

​Hasil evaluasi yang memalukan ini menunjuk satu biang keladi utama.Kebijakan di atas kebijakan Bupati Balut.

​Keputusan strategis, mulai dari alokasi SDM yang asal-asalan oleh Sekda hingga lumpuhnya sinergi antar-OPD, adalah tanggung jawab mutlak pucuk pimpinan.

 

Status “Tidak Dinilai” bukan hanya mengkritisi OPD, tetapi merupakan hukuman telak atas kegagalan kepemimpinan Bupati Balut dalam menciptakan sistem tata kelola yang profesional dan akuntabel.

​Masyarakat Banggai Laut kini berhak menuntut pertanggungjawaban penuh atas ambruknya kinerja pemerintahan yang secara resmi dinyatakan tidak berfungsi oleh Pemerintah Pusat.

 

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis Bagi 500 Anak di Ring 1*
Ali Sopyan Angkat Bicara Wacana Ulat dan Belalang MBG “Lebih Baik Mundur Jika Tidak Mampu!  
PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN DLH KAB  BEKASI SEWA EXCAVATOR DI MARK’UP APBD / APBN  
BERMACAM CARA PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN PEMKAB BOGOR UNTUK MELAKUKAN KORUPSI DENGAN DALIH KELEBIHAN PEMBAYARAN
KPK Resmi Tahan Bupati Tulungagung Gatut Sunu dan Ajudannya Terkait Kasus Pemerasan Rp5 Miliar
AKAL PEJABAT BANGSAT DANA PAJAK ROKOK DAN DANA BAGI HASIL PEMPROV SUMSEL DIREKAYASA
*Edukasi Publik tentang Pertambangan Berkelanjutan, PTBA Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey”*
KAJATI DIDESAK TANGKAP GEROMBOLAN KORUPTOR BERJEMAAH DI PEMPROV SUMSEL TABRAK PERATURAN PRESIDEN NOMOR 33 TAHUN 2020
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:11 WIB

*Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis Bagi 500 Anak di Ring 1*

Senin, 13 April 2026 - 13:57 WIB

Ali Sopyan Angkat Bicara Wacana Ulat dan Belalang MBG “Lebih Baik Mundur Jika Tidak Mampu!  

Senin, 13 April 2026 - 03:01 WIB

PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN DLH KAB  BEKASI SEWA EXCAVATOR DI MARK’UP APBD / APBN  

Minggu, 12 April 2026 - 02:01 WIB

BERMACAM CARA PEJABAT BANGSAT DILINGKARAN PEMKAB BOGOR UNTUK MELAKUKAN KORUPSI DENGAN DALIH KELEBIHAN PEMBAYARAN

Minggu, 12 April 2026 - 00:23 WIB

KPK Resmi Tahan Bupati Tulungagung Gatut Sunu dan Ajudannya Terkait Kasus Pemerasan Rp5 Miliar

Berita Terbaru