TIKUS – TIKUS BANGSAT DI LINGKARAN PEMDA BEKASI KEBAL HUKUM

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIKUS – TIKUS BANGSAT DI LINGKARAN PEMDA BEKASI KEBAL HUKUM

 

Rambonews.id||Bekasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ali Sopyan Pimpinan umum media Rajawalinews.online mendesak para aparat penegak hukum tidak mandul dalam menyikapi kasus kasus tindak pidana korupsi di minta pihak jajaran Tipikor ke Jaksaan Agung dapat mengusut adanya dugaan kerugian ke Uangan negara yang di gerogoti para oknum pejabat ber jiwa tikus tikus kantor sulit untuk di kompirmasi oleh awak Media Rajawali news Grup sehingga berita ini terpaksa dimuat apa adanya .

Pasalnya,Ada dugaan administrasi atau korupsi dalam pengelolaan keuangan daerah yang melibatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD).

Poin-Poin Kritis yang Disoroti dalam Pernyataan Rajawali News & TRP Pihak yang Menyoroti ALI SOFYAN (Pimpinan Rajawali News Rambonews & Penasehat TRP) Pihak yang Dituduh BPKD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah)

PENDAPATAN TRANSFER PENURUNAN (Rp 357.2 M) Angka turun (seharusnya negatif) dicatat sebagai ‘Bertambah’ (positif).

Baca Juga:  Cek Daftar 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran yang Tertahan di Azerbaijan, INFISA Desak Kejelasan Nasib

Dampak Finansial Misteri hilangnya atau salah hitungnya Rp 357 Miliar (DRAF RESMI BPK)+164% dan perubahan Rp 122 M Rp 0, serta –25% digambarkan sebagai kesalahan fatal dan manipulasi.

Kesalahan Fatal BPKD yang menggarong uang rakyat” dan “bukan draf anggaran, ini soal matematika gagal!”

Tindakan Lanjut Akan mengawal, memberantas korupsi, dan membawa masalah ini ke ranah Hukum yang berlaku.

Pesan Utama yang Disampaikan (Menurut Balon Pikiran)

Pesan kritis yang disampaikan adalah bahwa kesalahan fatal yang melibatkan miliaran rupiah ini mungkin berasal dari kesalahan input sederhana (lupa tanda minus) yang menunjukkan adanya kegagalan audit internal dan akuntabilitas yang sangat rendah di tubuh BPKD.

Namun, pesan utamanya adalah kegagalan ini dianggap sebagai upaya “menggaronguang rakyat yang harus ditindaklanjuti secara hukum.

Ini adalah pernyataan publik yang sangat tajam dan menuntut transparansi serta tindakan hukum.

 

 

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Ali Sopyan Relawan Rakyat Membela Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SINDIKAT PERAMPOK BERKEDOK LSM DI KEBUMEN: MABES POLRI DAN KPK DIDESAK BERTINDAK SEBELUM PENDIDIKAN LUMPUH
Lambat Tangani Kasus Perkosaan Warga Kecil, Kinerja Penyidik Polres Brebes Dipertanyakan Jurnalis dan IWO Indonesia
Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis
ANGGARAN PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN PEJABAT BANGSAT KAB 4 LAWANG MENELAN ANGGARAN Rp 30.941.351.854, 
Pemkab Kuningan Tidak Menganggarkan Belanja Hibah dan Belanja Bos Diduga Anggaran Di Gondol Oknum Pejabat
BBM JADI SANTAPAN GEROMBOLAN OKNUM BANGSAT DI LINGKARAN PT.PERTAMINA PATRA NIAGA
Dandim 0808/Blitar Hadiri Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Dukung Penguatan Ekonomi Desa
Ringkasan Kasus Deni Hamdani (Sekwan DPRD Kabupaten Kuningan)
Berita ini 16 kali dibaca
TIKUS - TIKUS BANGSAT DI LINGKARAN PEMDA BEKASI KEBAL HUKUM

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:57 WIB

SINDIKAT PERAMPOK BERKEDOK LSM DI KEBUMEN: MABES POLRI DAN KPK DIDESAK BERTINDAK SEBELUM PENDIDIKAN LUMPUH

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:43 WIB

Lambat Tangani Kasus Perkosaan Warga Kecil, Kinerja Penyidik Polres Brebes Dipertanyakan Jurnalis dan IWO Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:38 WIB

Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:47 WIB

ANGGARAN PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN PEJABAT BANGSAT KAB 4 LAWANG MENELAN ANGGARAN Rp 30.941.351.854, 

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:08 WIB

Pemkab Kuningan Tidak Menganggarkan Belanja Hibah dan Belanja Bos Diduga Anggaran Di Gondol Oknum Pejabat

Berita Terbaru