Masyarakat Desa Tanjung Pura Terancam Mati Kelaparan

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Desa Tanjung Pura Terancam Mati Kelaparan

Rambonews.id||Langkat

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat sejak Rabu, 26 November 2025 telah berubah dari bencana alam menjadi krisis kemanusiaan yang dibiarkan berlarut-larut.

Di Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, warga kini berada di ambang kelaparan karena tidak ada bantuan sama sekali yang masuk hingga hari ini.

Di lapangan, ketinggian air dilaporkan 1,5 meter hingga 3 meter di beberapa titik, menenggelamkan rumah-rumah warga, memutus akses jalan, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi. Persediaan makanan warga habis total. Toko-toko tidak beroperasi. Pasokan terhenti. Uang tunai tidak lagi berarti karena tidak ada barang yang bisa dibeli.

Ini bukan lagi sekadar “banjir”, ini adalah darurat pangan.

Alfarizi DMC, yang mewawancarai warga terdampak, menyatakan:

> “Hingga Minggu, 30 November 2025, tidak ada bantuan apa pun yang disalurkan ke warga Desa Pematang Tengah. Sembako sudah habis. Warga tidak punya pilihan. Jika pemerintah terus diam, masyarakat Tanjung Pura bukan hanya kebanjiran—mereka akan mati kelaparan.”

FAKTA LAPANGAN

1. Banjir berlangsung sejak 26 November 2025 dan masih tinggi hingga 30 November 2025.

2. Kedalaman 1,5–3 meter, menutup akses dan merendam permukiman.

3. Tidak ada bantuan yang disalurkan ke Desa Pematang Tengah hingga hari ini.

4. Sembako habis, distribusi pangan nihil, pasar dan warung lumpuh.

Baca Juga:  Syaratkan Verifikasi Dewan Pers untuk Kerjasama Media, Diskominfo Purwakarta Diduga Langgar Hukum dan Cederai Kemerdekaan Pers!

5. Kelompok rentan (balita, lansia, ibu hamil) paling terancam.

PERTANYAAN UNTUK PEMERINTAH

Sampai kapan warga harus menunggu?

Apakah harus ada korban jiwa dulu baru bantuan datang?

Apakah nyawa warga Desa Pematang Tengah tidak cukup penting untuk diselamatkan hari ini?

Saat banjir setinggi dada orang dewasa masih merendam kampung, ketiadaan bantuan adalah bentuk pembiaran. Ini bukan keterlambatan biasa. Ini adalah kegagalan respon darurat.

TUNTUTAN DAN SERUAN MENDESAK

Kami mendesak Pemkab Langkat, BPBD, Dinsos, Pemprov Sumut, dan BNPB untuk SEGERA:

Mengirim bantuan pangan darurat (beras, makanan siap saji, air bersih, susu bayi).

Menurunkan perahu/alat evakuasi ke titik-titik terisolasi.

Membuka posko logistik di lokasi terdekat yang benar-benar menjangkau desa terdampak, bukan hanya pusat kecamatan.

Menjamin layanan kesehatan darurat untuk mencegah wabah pascabanjir.

Setiap jam tanpa bantuan memperbesar risiko korban, bukan hanya karena banjir, tetapi karena kelaparan, kelelahan, dan penyakit.

AJAKAN SOLIDARITAS

Kami mengajak relawan, organisasi kemanusiaan, komunitas sosial, dan media untuk ikut menekan percepatan respon darurat dan membantu penyaluran bantuan langsung ke desa-desa yang terisolasi.

Kontak Lapangan:

Alfarizi DMCNarasumber/Wawancara Lapangan Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat

Penutup

Jika negara hadir hanya dalam pidato tapi tidak hadir di lokasi bencana, maka yang terjadi di Tanjung Pura bukan sekadar banjir—ini adalah tragedi kelaparan yang dipertontonkan di depan mata. Pemerintah

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Alfarizi DMC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SINDIKAT PERAMPOK BERKEDOK LSM DI KEBUMEN: MABES POLRI DAN KPK DIDESAK BERTINDAK SEBELUM PENDIDIKAN LUMPUH
Lambat Tangani Kasus Perkosaan Warga Kecil, Kinerja Penyidik Polres Brebes Dipertanyakan Jurnalis dan IWO Indonesia
Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis
Dandim 0808/Blitar Hadiri Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Dukung Penguatan Ekonomi Desa
Dari Rel ke Sel, Pengedar Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
DPR Dan POLRI Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Rekayasa Hukum Rahmadi
Jaringan Bandar Sabu ‘Hu alias Sen’ Beraksi Terang-terangan di Tanjung Morawa, Kepekaan Aparat Penegak Hukum Dipertanyakan
Tetap Panen Di Lahan Negara, Masyarakat Sesalkan Sikap PT Barapala
Berita ini 28 kali dibaca
Masyarakat Desa Tanjung Pura Terancam Mati Kelaparan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:57 WIB

SINDIKAT PERAMPOK BERKEDOK LSM DI KEBUMEN: MABES POLRI DAN KPK DIDESAK BERTINDAK SEBELUM PENDIDIKAN LUMPUH

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:43 WIB

Lambat Tangani Kasus Perkosaan Warga Kecil, Kinerja Penyidik Polres Brebes Dipertanyakan Jurnalis dan IWO Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:38 WIB

Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:39 WIB

Dandim 0808/Blitar Hadiri Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Dukung Penguatan Ekonomi Desa

Jumat, 24 April 2026 - 00:46 WIB

Dari Rel ke Sel, Pengedar Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan

Berita Terbaru