Utusan PT IKSJ Kembali Mendatangi Warga Distrik Moisegen Meminta Penyerahan Wilayah Adat Seluas 700 H Perluasan Kebun Sawit
Rambonews.id||Sorong
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan Tahun Masih saja mafia tanah selalu menghantui masyarakat kecil, yang selalu teror meneror untuk meninggalkan lahan dari peninggalan nenek moyangnya,dan warisan orang tua, dengan beralibi pihak penguasa sudah memiliki lahan tersebut.
Sedangkan, dari Seorang perwakilan yang mengaku berasal dari perusahaan kelapa sawit PT Inti Kebun Sejahtera (IKSJ) kembali mendatangi warga di Distrik Moisegen, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, untuk meminta penyerahan wilayah adat seluas 700 hektare.
Hal tersebut disampaikan pihak marga Klagilit Maburu dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Senin (19/1/2026).
Perwakilan tersebut datang pukul 16.47 WIT dan belakangan diketahui bernama Algius.
Ia meminta agar wilayah adat diserahkan kepada perusahaan untuk pengembangan perkebunan sawit. PT IKSJ diketahui telah beroperasi di distrik tersebut sejak tahun 2007–2008 dan merupakan anak usaha dari Ciliandry Anky Abadi (CAA), konglomerasi sawit milik keluarga Fangiono.
Menurut pernyataan marga Klagilit Maburu, pendekatan perusahaan bukan pertama kalinya.
Perwakilan perusahaan sebelumnya ditemui pada Desember 2025 di pinggir jalan kampung Klasari, Distrik Moisegen.
Saat itu marga Klagilit telah menyampaikan penolakan.
Pihak marga menilai perusahaan terus berupaya mempengaruhi warga melalui berbagai cara meski penolakan sudah disampaikan berkali-kali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Inti Kebun Sejahtera maupun Ciliandry Anky Abadi terkait pernyataan marga Klagilit Maburu.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Warga Distrik Moisegen Kab Sorong










