DASAR PEJABAT BAJINGAN TUKANG TIPU DI LINGKARAN PEMKAB BEKASI

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 01:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DASAR PEJABAT BAJINGAN TUKANG TIPU DI LINGKARAN PEMKAB BEKASI

 

Rambonews.id||Bekasi 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ali Sopyan Pimpinan umum Media Rajawali news . Menyikapi Pemkab Bekasi APBD Tahun 2025 Terserap Sudah 90 %

Pemkab Bekasi Klaim Serapan APBD 2025 Sudah Tembus 90 Persen Pejabat Bangsat asal ngejeplak ongomong tidak semua rakyat Bekasi bego.

Banyak rakyat Bekasi ahli ekonomi. Pasalnya Pemerintahan Kabupaten Bekasi Cikarang Pusat. yang menyebut realisasi penyerapan anggaran tahun 2025 telah mencapai 90% di akhir tahun menuai Perbincang masyarakat akibat bibir tak bertulang menjadi pembohong .

Dan tidak tertutup kemungkinan ada sesen kedua yang akan di ciduk lagi oleh KPK. Pasalnya, data resmi Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan RI per 28 Desember 2025 menunjukkan realisasi APBD Kabupaten Bekasi baru mencapai 75,50 persen atau sekitar Rp6,3 triliun dari total pagu Rp8,4 triliun.

Sisanya diduga mau digorok oleh gerombolan pejabat bangsat . Haltersebut menimbulkan Perbedaan angka.

Menjadi pertanyaan publik terkait akurasi, transparansi, dan metode pelaporan keuangan daerah. Apalagi, SIKD merupakan sistem rujukan nasional yang digunakan pemerintah pusat , Asisten Administrasi Umum Pemkab Bekasi, Iis Sandra Yanti, mengklaim data SIKD belum mencerminkan kondisi terkini karena bersifat periodik dan belum diperbarui.

Ia menyebut realisasi internal Pemkab Bekasi saat ini telah berada di kisaran 80 persen dan masih terus bergerak hingga akhir tahun. Data SIKD itu per periode tertentu.

Baca Juga:  Bobroknya Pengawasan Proyek Hibah Karawang: Ratusan Juta Rupiah "Menguap" Akibat Kekurangan Volume

Sementara di internal kami, penyerapan sudah 80 persen dan masih akan bertambah,”tegas Iis, Namun, pernyataan tersebut dinilai belum cukup menjawab kekhawatiran publik. Pasalnya,

lonjakan serapan anggaran dalam hitungan hari menjelang tutup buku kerap dikritik sebagai serapan administratif, bukan realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pengamat kebijakan publik menilai, klaim optimisme Pemkab Bekasi perlu dibuktikan dengan transparansi Terinci, terutama terkait jenis belanja yang terserap di akhir tahun.

Serapan tinggi yang didominasi belanja rutin atau pembayaran tertunda dinilai tidak sejalan dengan tujuan stimulus ekonomi daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengakui pihaknya telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat pelaksanaan program.

Ia menegaskan tidak ingin ada kegiatan yang tertunda dan berharap serapan anggaran dapat maksimal.

Program kerja jangan dibiarkan tertunda. Kita dorong agar seluruh perangkat daerah bekerja sesuai progres,” kata Asep.

Meski demikian, publik menanti konsistensi antara klaim internal Pemkab Bekasi dengan data nasional yang akan diperbarui Kemendagri dan Kementerian Keuangan.

Ketidaksinkronan data berpotensi menimbulkan keraguan terhadap tata kelola fiskal daerah.

Ke depan, para pengamat mendorong Pemkab Bekasi tidak hanya mengejar angka serapan, tetapi juga memastikan kualitas belanja daerah benar-benar berdampak pada pelayanan publik.

 

 

Penulis : Ali Sopyan

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Pemkab Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rambonews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SINDIKAT PERAMPOK BERKEDOK LSM DI KEBUMEN: MABES POLRI DAN KPK DIDESAK BERTINDAK SEBELUM PENDIDIKAN LUMPUH
Lambat Tangani Kasus Perkosaan Warga Kecil, Kinerja Penyidik Polres Brebes Dipertanyakan Jurnalis dan IWO Indonesia
Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis
Pemkab Kuningan Tidak Menganggarkan Belanja Hibah dan Belanja Bos Diduga Anggaran Di Gondol Oknum Pejabat
BBM JADI SANTAPAN GEROMBOLAN OKNUM BANGSAT DI LINGKARAN PT.PERTAMINA PATRA NIAGA
Dandim 0808/Blitar Hadiri Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Dukung Penguatan Ekonomi Desa
Ringkasan Kasus Deni Hamdani (Sekwan DPRD Kabupaten Kuningan)
Diduga Kuat Sekretariat DPRD Kuningan Terdapat Dua Kode Rekening Menimbulkan Kerugian Negara Makin Subur Koruptor
Berita ini 54 kali dibaca
DASAR PEJABAT BAJINGAN TUKANG TIPU DI LINGKARAN PEMKAB BEKASI

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:57 WIB

SINDIKAT PERAMPOK BERKEDOK LSM DI KEBUMEN: MABES POLRI DAN KPK DIDESAK BERTINDAK SEBELUM PENDIDIKAN LUMPUH

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:43 WIB

Lambat Tangani Kasus Perkosaan Warga Kecil, Kinerja Penyidik Polres Brebes Dipertanyakan Jurnalis dan IWO Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:38 WIB

Nana Perusahaan PPM Alat Berat Catut Nama Kadis Disnakan Purwakarta Pengurusan Perizinan Kandang Ayam Maniis

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:08 WIB

Pemkab Kuningan Tidak Menganggarkan Belanja Hibah dan Belanja Bos Diduga Anggaran Di Gondol Oknum Pejabat

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:55 WIB

BBM JADI SANTAPAN GEROMBOLAN OKNUM BANGSAT DI LINGKARAN PT.PERTAMINA PATRA NIAGA

Berita Terbaru