Bukan Hanya Merugikan Keuangan Negara Namun Korupsi Merupakan Skema Penyesatan Data Publik
Rambonews.id||Muara Enim
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korupsi tidak hanya menyebabkan kerugian finansial negara, tetapi juga mengarah pada penyesatan data publik yang berdampak luas.
Mengapa korupsi menyebabkan penyesatan data publik ?
Prilaku manipulasi data resmi atas suatu kegiatan dapat mengakibatkan perubahan atau memanipulasi statistik ekonomi, data kesehatan, atau angka kemiskinan untuk menutupi penggelapan dana atau membuat proyek yang gagal terlihat berhasil
Kurangnya Transparansi :
Prilaku umum yang sering dijumpai bisa saja berbentuk pengelolaan dana publik yang sering kali disalurkan melalui saluran yang tidak transparan, mempersulit audit independen untuk melacak pengeluaran yang sebenarnya.
Proyek Fiktif atau Mark-up
Meskipun bukan faktor dominan namun proyek yang didanai dengan anggaran yang digelembungkan (mark–up) atau bahkan proyek fiktif akan dicatat dalam laporan resmi dengan data yang menyesatkan mengenai biaya, kemajuan, dan hasil yang dicapai
Erosi Kepercayaan Publik
Yang paling berat justru ketika masyarakat menyadari bahwa data yang disajikan pemerintah tidak akurat atau dimanipulasi, kepercayaan terhadap institusi publik dan proses demokrasi menurun drastis.
Secara keseluruhan, penyesatan data ini menghalangi perencanaan kebijakan yang efektif, mengalihkan sumber daya dari kebutuhan yang sebenarnya, dan merusak akuntabilitas publik.
Karakteristik Prilaku Korupsi Dan Deskripsi Bahaya Laten :
Mengapa korupsi termasuk bahaya laten? karena mengancam ketahanan negara secara sistemik, merusak sendi-sendi kehidupan bangsa, dan menggerogoti mental masyarakat.
Bahaya ini bersifat laten karena sering kali tidak terdeteksi secara langsung, namun dampaknya sangat merusak dalam jangka panjang dan bisa menghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Ancaman terhadap stabilitas negara
Ancaman serius sebagai faktor sistematis atas perilaku korupsi berdampak luas ( efek domino,red) terhadap stabilitas negara, termasuk di bidang pertahanan dan keamanan, yang bisa meningkatkan risiko konflik dan membuang-buang sumber daya.
Dampak ekonomi: Korupsi menghambat pertumbuhan ekonomi, menurunkan investasi, memperlambat pengentasan kemiskinan, dan meningkatkan ketimpangan pendapatan.
Dampak sosial dan moral :
Korupsi dapat menurunkan moral masyarakat, meningkatkan angka kriminalitas, dan membuat layanan publik menjadi lebih mahal dan sulit diakses oleh masyarakat miskin.
Skema busuk pada akhirnya akan mengikis kepercayaan publik :
Praktik korupsi dapat mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan dan menciptakan demoralisasi.
Peran Aktif Komponen Masyarakat dalam pemberantasan prilaku korupsi meskipun sulit
Sifatnya yang tersembunyi dan pelaku yang bisa berasal dari mana saja membuatnya sulit untuk diberantas secara tuntas, karena itu dibutuhkan sikap idealisme agar terhindar dari skema busuk dan link sistem yang pada akhirnya menjadi trending atau bahkan sebagai Port The Entry Dan landasan kebijakan strategis
Marsidi Ketua Forum Komunikasi Aktifis Dan Antar Lembaga Media Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan
Penulis : Marsidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Marsidi Ketua Forum Komunikasi Aktifis Dan Antar Lembaga Media Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan














